![]() |
| Ironi Dusun Guwo: Air Irigasi Mengalir Deras ke Sawah, Sumur Puluhan Warga Malah Kering Kerontang |
JOMBANG, JAVATIMES — Di balik hamparan sawah yang membentang hijau dan subur di Dusun Guwo, Desa Latsari, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, tersimpan ironi memilukan. Ketika air pengairan mengalir melimpah membasahi tanaman padi, puluhan kepala keluarga di sekitarnya justru terjerat krisis air bersih dan terpaksa turun ke saluran irigasi untuk memenuhi kebutuhan dasar harian mereka.
Kondisi ganjil ini dialami oleh Siti Nur Amni (55), warga RT 06/RW 02 Dusun Guwo. Sudah hampir satu bulan terakhir, sumur gali di rumahnya mendadak tak lagi mengeluarkan air.
Dampak Pompa Irigasi: Sawah Basah, Pemukiman Kering
Krisis air di kawasan pemukiman warga diduga kuat terjadi usai beroperasinya fasilitas irigasi perpompaan (irpom) di area pesawahan setempat. Sedotan mesin pompa berkapasitas besar diduga menyedot pasokan air tanah, yang mengakibatkan sumur-sumur warga di sekitarnya mendadak surut drastis hingga mengering total.
Tanpa adanya alternatif pasokan air bersih yang memadai, warga tak memiliki banyak pilihan selain memanfaatkan aliran irigasi sawah. Berbekal gayung, ember-ember besar, hingga galon bekas, warga bahu-membahu menampung air dari muara selang pompa irigasi.
"Sumurnya tidak ada airnya. Sudah mau sebulan ini tidak ada air sama sekali," ujar Siti Nur Amni saat ditemui di saluran irigasi.
Krisis air bersih ini tak sekadar merepotkan, tetapi juga mengancam keselamatan. Siti mengungkapkan insiden tragis yang dialaminya akibat krisis air ini.
"Kemarin saya sampai jatuh di kamar mandi gara-gara tidak ada air," tuturnya dengan nada getir.
Beli Air Hanya Buat Minum, Bantuan Resmi Tak Kunjung Datang
Siti membeberkan bahwa kekeringan separah ini baru pertama kali melanda desanya. Sebagai warga yang tidak memiliki lahan pertanian, ia terpaksa mengalokasikan uang belanja yang terbatas hanya untuk membeli air galon kemasan demi kebutuhan minum.
"Kalau buat minum saya beli. Tapi untuk kebutuhan lain ya tidak ada air. Saya tidak punya sawah, tidak pernah dapat bantuan apa-apa juga," tegasnya.
Kepala Dusun Guwo membenarkan sedikitnya 40 hingga 50 rumah di RT 06 RW 02 terdampak fenomena kekeringan ini. Warga kini mendesak pihak terkait dan Pemerintah Kabupaten Jombang untuk segera mengambil tindakan konkret—mulai dari mendistribusikan bantuan air bersih hingga mengevaluasi skema pengoperasian pompa irigasi pertanian agar tidak mengorbankan hajat hidup masyarakat sekitar.
(Gading)

Komentar