SMPN 1 Bululawang Perkuat Kompetensi Guru Lewat Workshop Penyusunan Modul, Kepala Sekolah: Guru Harus Terus Berkembang dan Produktif Menulis -->

Javatimes

SMPN 1 Bululawang Perkuat Kompetensi Guru Lewat Workshop Penyusunan Modul, Kepala Sekolah: Guru Harus Terus Berkembang dan Produktif Menulis

javatimesonline
29 Juli 2026

MALANG, JAVATIMES — Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga kapasitas pendidik dalam mengembangkan metode pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Berangkat dari komitmen tersebut, SMP Negeri 1 Bululawang, Kabupaten Malang, menggelar Workshop Penyusunan Modul Pendamping Semester II sebagai upaya memperkuat kompetensi guru sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.


Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMPN 1 Bululawang, Jalan Mayjen Sungkono No. 9, pada Senin (15/6/2026) itu diikuti seluruh guru mata pelajaran. Workshop difokuskan pada penyusunan modul pendamping yang diharapkan mampu melengkapi bahan ajar utama serta memberikan pendalaman materi kepada peserta didik.


Kepala SMPN 1 Bululawang yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Malang, H. Suntoro, S.Pd., M.Si., M.MPd., mengatakan penyusunan modul pendamping menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.


"Modul pendamping diharapkan mampu melengkapi kekurangan materi yang terdapat dalam buku pegangan maupun buku wajib siswa. Dengan demikian, guru dapat memberikan penguatan materi sehingga tujuan pembelajaran setiap mata pelajaran dapat tercapai secara optimal," ujarnya.


Menurut Suntoro, keberadaan modul yang disusun secara sistematis akan memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif sehingga hasil pembelajaran siswa menjadi lebih maksimal.


Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, workshop tersebut juga diarahkan untuk mendorong budaya literasi di kalangan pendidik. Ia menegaskan bahwa guru sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) harus memiliki semangat mengembangkan diri melalui karya tulis dan inovasi pendidikan.


"Guru harus terus belajar, produktif menulis, serta mengembangkan potensi yang dimiliki. Menulis bukan sekadar memenuhi tuntutan administrasi, tetapi merupakan bagian dari pengembangan profesionalisme sebagai pendidik," tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Suntoro juga membagikan sejumlah strategi dalam menyusun buku maupun modul pembelajaran, mulai dari menentukan tema yang relevan, menyusun kerangka isi, menetapkan target penyelesaian, hingga membangun konsistensi dalam proses penulisan.


Ia menekankan pentingnya rasa percaya diri, keterbukaan terhadap masukan, serta proses penyuntingan sebagai tahapan yang tidak boleh diabaikan agar menghasilkan karya yang berkualitas.


"Setiap penulis harus memiliki semangat dan keberanian menerima kritik. Proses mengedit dan meninjau kembali naskah merupakan bagian penting untuk menghasilkan tulisan yang semakin baik" 


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penyusunan modul harus diawali dengan analisis kebutuhan dan karakteristik peserta didik sehingga materi yang disajikan benar-benar sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan belajar siswa.


Selain selaras dengan kurikulum yang berlaku, modul juga harus memenuhi kaidah penulisan ilmiah, bebas dari unsur plagiarisme, menggunakan bahasa yang komunikatif, mudah dipahami, serta mampu merangsang daya pikir peserta didik.


Suntoro juga mengingatkan pentingnya aspek visual dalam penyusunan modul, seperti penggunaan ilustrasi untuk menjelaskan konsep abstrak, pemilihan jenis dan ukuran huruf yang nyaman dibaca, serta penyusunan tata letak yang sistematis agar materi lebih menarik dan mudah dipelajari.


Melalui workshop ini, SMPN 1 Bululawang berharap lahir lebih banyak guru yang tidak hanya kompeten dalam mengajar, tetapi juga produktif menghasilkan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.





(Tim)