Lawan Anemia Remaja, Dinkes Nganjuk Manfaatkan Momentum HUT Saka Bakti Husada ke-41 -->

Javatimes

Lawan Anemia Remaja, Dinkes Nganjuk Manfaatkan Momentum HUT Saka Bakti Husada ke-41

javatimesonline
30 Juli 2026

Perayaan Hari Ulang Tahun ke-41 Saka Bakti Husada

NGANJUK, JAVATIMES – Riuh tepuk tangan dan semangat Pramuka mewarnai halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Kamis (30/7/2026) pagi. Ratusan anggota Saka Bakti Husada dari berbagai penjuru Kabupaten Nganjuk berkumpul dalam satu semangat yang sama, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Saka Bakti Husada.


Mengusung tema "Pangan Aman Bergizi untuk Indonesia Emas", peringatan yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk itu tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi wahana pembinaan karakter, edukasi kesehatan, sekaligus penguatan peran generasi muda sebagai pelopor perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.


Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk selaku Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Bakti Husada, Kak dr. Tien Farida Yani, Kakwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Nganjuk Kak Dr. H. Sopingi, AP., MM., para pembina Saka, serta perwakilan sejumlah Saka binaan lainnya. Sebanyak 10 pangkalan Saka Bakti Husada turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.


Sejak pagi, peserta mengikuti registrasi yang dilanjutkan senam bersama. Memasuki acara inti, dr. Tien Farida Yani memimpin apel peringatan HUT ke-41 Saka Bakti Husada. Suasana khidmat kemudian berlanjut dengan sambutan, pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, doa bersama, hingga penyerahan penghargaan kepada pihak-pihak yang berkontribusi dalam pembinaan Saka Bakti Husada.


Setelah itu, seluruh peserta menikmati makan bersama yang diselingi kegiatan minum Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai bagian dari kampanye pencegahan anemia pada remaja. Berbagai edukasi kesehatan juga diberikan sebelum acara ditutup dengan pentas seni yang menampilkan kreativitas anggota Saka Bakti Husada dari masing-masing pangkalan. Kemeriahan semakin terasa dengan pembagian doorprize dan sesi foto bersama.


Ketua Pembina Saka Bakti Husada Nganjuk, Kak I Ketut Wijayadi, S.ST. atau yang akrab disapa Kak Ikrom, menjelaskan bahwa peringatan sebenarnya jatuh setiap 17 Juli. Namun, pelaksanaannya sengaja digelar pada akhir Juli agar seluruh pangkalan memiliki kesempatan mempersiapkan penampilan terbaiknya.

"Hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk menyelenggarakan peringatan HUT ke-41 Saka Bakti Husada. Memang hari jadinya setiap tanggal 17 Juli, tetapi kami laksanakan di akhir bulan agar adik-adik dari 10 pangkalan di Kabupaten Nganjuk memiliki kesempatan tampil melalui pentas seni sekaligus menunjukkan bakat dan kreativitas mereka," ujar Kak Ikrom.


Ia mengatakan, kegiatan tidak hanya diisi dengan hiburan, tetapi juga dirancang untuk memperkuat pembinaan anggota melalui berbagai aktivitas yang menanamkan kebiasaan hidup sehat.

"Kami mengemas kegiatan dengan senam bersama, makan bersama, minum Tablet Tambah Darah, edukasi kesehatan, hingga pentas seni. Semua itu menjadi bagian dari proses pembinaan anggota Saka Bakti Husada," katanya.


Menurut Kak Ikrom, sekitar 300 anggota Saka Bakti Husada mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merupakan bagian dari sekitar 500 anggota yang tersebar di 10 pangkalan di Kabupaten Nganjuk.


Lebih jauh, Kak Ikrom menegaskan bahwa tujuan utama pembinaan Saka Bakti Husada adalah membekali anggota dengan enam krida kesehatan sebagai bekal menjadi kader kesehatan di masyarakat.

"Kami berharap setiap anggota menguasai enam krida kesehatan, mulai dari perilaku hidup bersih dan sehat, kesehatan lingkungan, kesehatan keluarga, gizi, hingga materi lain yang berkaitan dengan promosi kesehatan. Tema tahun ini tentang pangan aman bergizi juga menjadi bagian dari pembekalan tersebut," jelasnya.


Ia menyoroti masih tingginya angka anemia pada remaja putri di Kabupaten Nganjuk yang mencapai sekitar 28 persen. Karena itu, pemberian Tablet Tambah Darah dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya nyata membangun generasi yang sehat sejak usia remaja.

"Harapannya, mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, terhindar dari anemia, sehingga ketika kelak menjadi ibu, mereka juga memiliki kondisi kesehatan yang baik dan tidak mengalami kekurangan energi kronis," ungkap Kak Ikrom.


Ia menambahkan, Saka Bakti Husada merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang memiliki peran strategis sebagai agen perubahan.

"Adik-adik Saka Bakti Husada kami harapkan menjadi agen perubahan, minimal di sekolahnya masing-masing. Mereka bisa menjadi contoh penerapan pola hidup bersih dan sehat, mengajak teman-temannya hidup sehat, sekaligus menjadi duta promosi kesehatan di tengah masyarakat," katanya.


Ke depan, pembinaan rutin di setiap pangkalan akan terus diperkuat agar pola hidup sehat tidak berhenti sebagai slogan, melainkan menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan para anggota.

"Kami ingin perilaku hidup bersih dan sehat menjadi karakter mereka. Di mana pun mereka berada dan apa pun profesinya nanti, mereka tetap membawa budaya hidup sehat. Itulah yang kami harapkan sebagai bekal menuju Generasi Emas Indonesia," tutup Kak Ikrom.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Kak dr. Tien Farida Yani, menegaskan bahwa Saka Bakti Husada merupakan mitra strategis Dinas Kesehatan dalam menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap kesehatan masyarakat.


Menurutnya, melalui berbagai kegiatan pembinaan, edukasi gizi, promosi kesehatan, hingga aksi nyata di lapangan, anggota Saka Bakti Husada diharapkan mampu menjadi pelopor perubahan perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.


Peringatan HUT ke-41 Saka Bakti Husada pun menjadi pengingat bahwa membangun generasi emas tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Diperlukan pula pembinaan karakter, kepedulian sosial, serta budaya hidup sehat yang ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang tangguh, produktif, dan mampu menjadi penggerak kesehatan di tengah masyarakat.



(AWA)