JOMBANG, JAVATIMES — Menatap puncak bonus demografi dan agenda besar Indonesia Emas, Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB PPPA) mengukuhkan kembali garda terdepan pembentukan karakter remaja: Duta GenRe (Generasi Berencana) Kabupaten Jombang.
Bukan sekadar ajang unjuk bakat di atas panggung, agenda tahunan ini merupakan langkah strategis pembentukan karakter (character building) bagi pemuda pilihan guna memutus mata rantai problematika remaja di Kota Santri.
Benteng Utama Menghalau "Triad KRR"
Tantangan generasi muda saat ini dinilai makin kompleks. Bayang-bayang ancaman Triad KRR (Seks Bebas, Pernikahan Dini, dan NAPZA) masih menjadi risiko nyata bagi masa depan remaja.
Melihat kondisi tersebut, Duta GenRe dihadirkan sebagai figur teladan (role model) yang mampu merangkul sesama generasi muda menggunakan pendekatan khas anak muda—tanpa kesan menggurui.
"Remaja tidak butuh dihakimi, mereka butuh didengar dan diarahkan. Duta GenRe hadir sebagai sosok teman sebaya yang edukatif, solutif, dan inspiratif," ungkap perwakilan DPPKB PPPA Kabupaten Jombang.
Fokus Utama: Kesiapan Usia dan Keterampilan Hidup
Melalui edukasi berkelanjutan, Duta GenRe Jombang mengemban misi besar yang terangkum dalam pilar utama BKKBN:
Mempersiapkan Kehidupan Berkeluarga yang Matang
Pernikahan memerlukan kesiapan fisik, mental, hingga finansial. Duta GenRe gencar menyuarakan batas usia pernikahan ideal, yakni minimal 21 tahun untuk perempuan dan minimal 25 tahun untuk laki-laki. Kesiapan usia ini menjadi kunci mencegah risiko stunting pada anak, menekan angka kematian ibu, serta membangun ketahanan keluarga secara menyeluruh.
Tiga Fungsi Vital di Lapangan
Dalam aksi nyatanya di sekolah-sekolah dan komunitas, Duta GenRe menjalankan tiga peran kunci:
-Sahabat Sebaya: Menjadi tempat konseling (peer counselor) yang aman, inklusif, dan bebas stigma.
-Motivator & Edukator: Menggencarkan pentingnya keterampilan hidup (life skills) dan perencanaan karier.
-Aktivis PIK-R: Penggerak aktif dalam Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di seluruh wilayah Jombang.
Tekan Kenakalan Remaja di Sekolah
Maraknya isu kenakalan remaja mendorong Pemkab Jombang memperkuat peran Duta GenRe. Berdasarkan evaluasi di lapangan, sekolah yang aktif melibatkan siswanya dalam kegiatan GenRe mencatatkan penurunan tingkat kenakalan remaja secara signifikan.
Kepala DPPKB PPPA Kabupaten Jombang, Dr. dr. Ma’murotus Sa’diyah, menegaskan pentingnya melatih remaja agar mampu membentengi diri dan lingkungannya.
"Banyak persoalan remaja yang kita hadapi saat ini. Nah, Duta GenRe ini bisa menjadi panutan di sekolah atau lingkungan masing-masing. Mereka menjadi rujukan, seperti inilah sosok remaja yang positif dan berprestasi," ujar sosok yang akrab disapa Ning Eyik tersebut.
Seleksi Ketat dan Pendampingan Berkelanjutan
Ajang Pemilihan Duta GenRe Jombang diawali dengan antusiasme tinggi. Dari 125 peserta yang terdaftar dari berbagai sekolah termasuk daerah pinggiran seperti Kecamatan Ngoro proses seleksi menyaring hingga 10 pasang finalis (10 laki-laki dan 10 perempuan).
Para peserta tidak sekadar diuji penampilan, tetapi juga pemahamannya terkait wawasan kritis meliputi:
-Ketahanan & Kesejahteraan Keluarga
-Program Keluarga Berencana (KB)
Kreativitas & Karya Positif
DPPKB PPPA Kabupaten Jombang bersama BKKBN memastikan tugas para finalis tidak berhenti setelah piala diserahkan. Program pendampingan berkelanjutan telah disiapkan agar para duta dapat turun langsung sebagai mitra strategis pemerintah.
"Pesan moralnya, remaja adalah masa depan bangsa. Mewujudkan Generasi Emas itu tergantung dari apa yang kita bekalkan kepada remaja-remaja ini sekarang," pungkas Ning Eyik.
Melalui komitmen ini, Kabupaten Jombang menegaskan bahwa investasi terbaik daerah adalah pengembangan kualitas sumber daya manusianya. Bersama Duta GenRe, remaja Jombang diajak untuk berani bermimpi, merencanakan masa depan, dan menyuarakan: "Berencana itu Keren!"
(Gading)

Komentar