![]() |
| Peternak Desa Suru saat mengecek kondisi hewan ternaknya |
NGANJUK, JAVATIMES -- Warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dibuat heran dengan fenomena kematian puluhan sapi sejak satu bulan terakhir.
Di Desa Suru, Kecamatan Ngetos misalnya, sebanyak 19 sapi mati secara tiba-tiba.
Hal yang sama juga terjadi di dua desa lainnya di Kecamatan Ngetos. Di antaranya Desa Ngetos sebanyak 10 sapi dan Desa Blongko 15 sapi.
Atas kematian misterius tersebut, membuat peternak berspekulasi bahwa ada orang tidak bertanggung jawab yang sengaja memberikan racun pada sejumlah sapi milik peternak tersebut.
Tak ayal, sejumlah warga pun mulai waspada. Mereka menggelar patroli siang dan malam. Ada pula yang memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV). Bahkan tidak sedikit yang rela tidur bersama hewan ternaknya.
Dengan banyaknya kasus kematian sapi yang terjadi akhir-akhir ini di Desa Suru, membuat kami waspada. Akhirnya kami pasang CCTV di sekitar area kandang, ucap Tumadi, salah satu peternak asal Desa Suru, Sabtu (20/4/2024).
Banyak juga masyarakat yang berpatroli dan tidur di kandang sapi masing-masing, imbuh Tumadi.
![]() |
| Nuri Prihandoko, Camat Ngetos |
Merespon isu yang merebak itu, Camat Ngetos Nuri Prihandoko pun angkat bicara. Mantan Lurah Kramat itu mengatakan bahwa pihaknya sudah mendengar informasi terkait kematian hewan ternak di wilayahnya.
Diakui Nuri, sejauh laporan yang masuk di kantornya, terjadi 44 kasus kematian sapi dalam rentang waktu satu bulan terakhir.
Sejauh ini ada tiga desa yang melaporkan kasus kematian sapi secara mendadak kepada kita. Di antaranya Desa Blongko ada 15 kasus, Desa Suru 19 kasus, dan Desa Ngetos 10 kasus, bebernya, Sabtu (20/4/2024).
Dari laporan tersebut, kata Nuri, sudah disampaikan ke Dinas Peternakan Kabupaten Nganjuk untuk meminta tindak lanjut atas peristiwa yang meresahkan peternak sapi di Kota Angin.
Kita kecamatan sebagai koordinator yang ada di wilayah tentunya menjembatani yang ada desa. Kita sudah koordinasi dengan lintas sektor dan saat ini sudah kita laporkan peristiwa ini mulai dari kejadian, lokasi kejadian, sudah kita laporkan, tambahnya.
Meski begitu belum ada upaya yang dilakukan pemerintah terkait persoalan ini. Namun ditingkat kecamatan petugas sudah memberikan sosialisasi agar masyarakat yang memiliki ternak dan terjadi kematian untuk segera melapor.
Nuri mengakui, sejauh ini belum diketahui pasti apa penyebab puluhan sapi di wilayahnya mati secara mendadak. Berdasarkan keterangan masyarakat melapor memang didapati informasi jika sapi mereka mati secara tiba-tiba.
Memang dari laporan yang kami terima, banyak yang menyampaikan kematian sapi mereka terjadi secara tiba-tiba. Karena belum ada langkah, sehingga kita belum mengetahui, katanya.
(AWA)

Komentar
