
Penemuan mayat di Desa Kaloran (Gambar: Istimewa)
NGANJUK, JAVATIMES – Misteri gundukan tanah yang menggegerkan warga Dusun Nanggungan, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, akhirnya terungkap. Gundukan tanah mencurigakan yang sejak Rabu (15/7/2026) siang menjadi perhatian warga dan aparat kepolisian itu benar berisi jenazah Gatot, warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang selama sekitar tiga hari.
Temuan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang sebelumnya berawal dari laporan keluarga mengenai hilangnya korban. Dugaan warga yang semula hanya didasarkan pada keberadaan gundukan tanah baru di belakang rumah korban kini terbukti setelah Tim Inafis Satreskrim Polres Nganjuk bersama petugas melakukan pembongkaran di lokasi.
Sebelumnya, warga mulai menaruh curiga setelah melihat adanya urukan tanah yang tampak baru. Gundukan itu ditutupi batang pisang (debok), susunan genteng, serta pelepah pisang kering. Kondisi tersebut dinilai tidak lazim sehingga warga melaporkannya kepada perangkat desa dan kepolisian.
Salah seorang warga yang ikut menemukan lokasi tersebut mengaku awalnya hanya membantu memeriksa bagian rumah yang belum sempat digeledah keluarga.
Saat membuka penutup berupa batang pisang dan susunan genteng, ia mendapati gundukan tanah yang dinilai mencurigakan. Namun warga memilih tidak menggali lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
Setelah lokasi dipasang garis polisi, Tim Inafis Polres Nganjuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan membongkar gundukan tersebut. Dari proses itu dipastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah Gatot.
Kapolsek Ngronggot AKP Totok Harianto mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kematian korban tidak wajar.
"Masih dalam penyelidikan. Jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal, tidak secara normal. Ada dugaan korban tindak kejahatan," ujar Totok saat ditemui di lokasi kejadian.
Dalam pemeriksaan awal tersebut, petugas menemukan adanya luka pada bagian leher korban. Namun, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis secara menyeluruh.
Usai dilakukan proses identifikasi di lokasi, jenazah Gatot dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan forensik tersebut dilakukan guna mengungkap penyebab kematian sekaligus mendukung proses penyidikan yang kini tengah dilakukan Satreskrim Polres Nganjuk.
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mengumpulkan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta mendalami seluruh rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan terkubur di belakang rumahnya.
Pihak kepolisian belum menyampaikan siapa pihak yang diduga terlibat maupun motif di balik kematian Gatot. Penyidik meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang saat ini masih berlangsung.
Terungkapnya jenazah Gatot di balik gundukan tanah yang sebelumnya hanya memunculkan dugaan warga menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus tersebut. Fokus penyelidikan kini bergeser dari pencarian orang hilang menjadi pengusutan dugaan tindak pidana yang menyebabkan korban meninggal dunia.
(AWA)

Komentar