Teriakan Tolong hingga Pria Hilang Tiga Hari, Dugaan Mayat di Ngronggot Diselidiki Polisi -->

Javatimes

Teriakan Tolong hingga Pria Hilang Tiga Hari, Dugaan Mayat di Ngronggot Diselidiki Polisi

javatimesonline
15 Juli 2026
Tim Inavis Polres Nganjuk saat berada di lokasi kejadian

NGANJUK, JAVATIMES – Suasana Dusun Nanggungan, Desa Ngronggot, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk mendadak berubah mencekam, Rabu (15/7/2026). Sebuah gundukan tanah di halaman belakang rumah seorang warga menjadi pusat perhatian setelah memunculkan dugaan adanya jasad manusia yang dikuburkan di lokasi tersebut.


Menyusul laporan masyarakat, Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Nganjuk diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Garis polisi dipasang, sementara warga berkerumun menyaksikan proses penyelidikan dari kejauhan.


Dugaan itu bermula dari hilangnya seorang pria bernama Gatot yang, menurut keterangan warga, sudah tidak terlihat sekitar tiga hari terakhir. Keluarga sempat melakukan pencarian di dalam rumah, namun belum membuahkan hasil.


Mohamad Ali (51), tetangga korban yang mengaku ikut menemukan lokasi mencurigakan tersebut, mengatakan awalnya dirinya hanya membantu memeriksa bagian rumah yang belum sempat diperiksa keluarga.

"Saya bangun karena ramai-ramai. Katanya rumah sudah digeledah. Saya tanya bagian sebelah sudah diperiksa belum, ternyata belum. Lalu saya ikut mencari," ujarnya.


Saat berada di belakang rumah, Ali menemukan sesuatu yang menurutnya tidak lazim.

"Ada gundukan tanah yang ditutupi debok (batang pisang), di atasnya ada genteng yang ditata rapi. Setelah saya singkap, kelihatan semakin mencurigakan, lalu saya laporkan," katanya.


Menurut Ali, warga tidak sampai membongkar gundukan tersebut karena memilih menunggu aparat kepolisian datang.


Di sisi lain, Kasi Pemerintahan Desa Ngronggot, Joko Hari Karyono, menjelaskan bahwa awalnya pemerintah desa tidak langsung mengaitkan hilangnya Gatot dengan dugaan adanya mayat.


Informasi yang diterimanya pertama kali hanyalah laporan seorang warga yang menyebut Gatot menghilang.

"Dari informasi keluarga, intinya Pak Gatot hilang. Lalu muncul cerita dari beberapa tetangga yang mengaku mendengar keributan di rumah itu. Karena muncul berbagai informasi, warga kemudian merasa curiga," jelas Joko.


Kecurigaan warga semakin menguat setelah mereka melihat adanya urukan tanah yang tampak baru di belakang rumah.

"Saya ikut melihat. Ada urukan baru, di atasnya ada debok, genteng yang ditata, bahkan terlihat seperti kain. Tapi saya larang warga membongkar karena itu sudah menjadi ranah kepolisian," tegasnya.


Menurut Joko, warga hanya melakukan pengamatan dari luar tanpa melakukan penggalian.


Ia juga mengungkapkan, berdasarkan cerita yang diterimanya dari warga sekitar, sempat terdengar suara seseorang berteriak meminta tolong beberapa hari sebelum Gatot dinyatakan hilang. Namun informasi tersebut masih sebatas keterangan warga dan belum dapat dipastikan keterkaitannya dengan peristiwa yang sedang diselidiki polisi.

"Warga bercerita sempat mendengar teriakan minta tolong. Tapi itu masih sebatas informasi yang berkembang di lingkungan dan tentu perlu dibuktikan dalam penyelidikan," ujarnya.


Dari keterangan warga, Gatot diketahui dalam kondisi sakit dan sudah sekitar tiga tahun tidak bekerja. Sementara istrinya disebut bekerja di sebuah pabrik rokok, sedangkan anak angkatnya juga ikut mencari keberadaan Gatot setelah sang ayah tidak kunjung ditemukan.


Hingga Rabu sore, Tim Inafis Polres Nganjuk masih melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di lokasi. Polisi belum memberikan keterangan resmi mengenai isi gundukan tanah maupun penyebab hilangnya Gatot.


Kasus tersebut kini sepenuhnya berada dalam penanganan kepolisian. Masyarakat diminta tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan serta pemeriksaan forensik yang dilakukan aparat.




(AWA)