![]() |
| Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk melakukan perbaikan jalan di sejumlah lokasi |
NGANJUK, JAVATIMES – Pagi hari di Kabupaten Nganjuk selalu dimulai dengan denyut aktivitas yang nyaris tak pernah berhenti. Petani berangkat ke sawah, pedagang menuju pasar, anak-anak berangkat ke sekolah, kendaraan pengangkut hasil panen melintas dari desa ke kota, sementara pelaku usaha mengirimkan barang menuju berbagai daerah.
Seluruh aktivitas itu bertumpu pada satu hal yang sering kali dianggap biasa, tetapi memiliki peran luar biasa, yakni jalan.
Jalan bukan sekadar lapisan aspal atau beton yang menghubungkan satu tempat dengan tempat lain. Di Kabupaten Nganjuk, jalan kabupaten berfungsi sebagai jalan kolektor primer yang menghubungkan antarkecamatan, serta jalan lokal primer yang membuka akses menuju pusat kegiatan masyarakat, sentra ekonomi, layanan pendidikan, kesehatan, hingga antar desa.
Karena cakupan fungsi tersebut, dalam satu ruas jalan kabupaten bahkan dapat melintasi dua hingga tiga kecamatan sekaligus. Itulah sebabnya, pembangunan dan pemeliharaan jalan menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan perencanaan matang, data akurat, dan skala prioritas yang jelas.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih terbuka kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempublikasikan peta kondisi jalan kabupaten secara rinci hingga tingkat kecamatan.
Langkah ini menjadi bagian dari keterbukaan informasi publik, sekaligus upaya mengajak masyarakat memahami bahwa pembangunan infrastruktur dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Total Jalan Kabupaten Capai 1.475,02 Kilometer
Berdasarkan data Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk per Juli 2026, total panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten mencapai 1.475,02 kilometer, tersebar pada 916 titik ruas jalan.
Dari jumlah tersebut, kondisi jalan terbagi menjadi empat kategori, yaitu:
Baik: 584,83 kilometer (39,65 persen)
Sedang: 464,47 kilometer (31,49 persen)
Rusak ringan: 244,47 kilometer (16,57 persen)
Rusak berat: 181,25 kilometer (12,29 persen)
Apabila digabungkan, jalan dalam kondisi mantap (baik dan sedang) mencapai 1.049,30 kilometer atau 71,14 persen.
Sedangkan jalan tidak mantap (rusak ringan dan rusak berat) tercatat 425,72 kilometer atau 28,86 persen.
Artinya, dari setiap 10 kilometer jalan kabupaten di Nganjuk, sekitar 7 kilometer telah berada dalam kondisi baik dan sedang, sementara sekitar 3 kilometer lainnya masih menjadi prioritas penanganan secara bertahap.
Kondisi Jalan Berbeda di Setiap Kecamatan
Data Dinas PUPR menunjukkan setiap kecamatan memiliki karakteristik jalan yang berbeda, baik dari sisi panjang ruas maupun tingkat kemantapan.
Kecamatan Kertosono
Memiliki panjang jalan kabupaten sekitar 67,47 km yang tersebar di 61 ruas jalan.
Baik: 47,46 persen
Sedang: 46,74 persen
Rusak sedang: 1,33 persen
Rusak berat: 4,47 persen
Tingkat kemantapan mencapai 94,20 persen, tertinggi di Kabupaten Nganjuk.
Kecamatan Sukomoro
Panjang jalan sekitar 89,58 km pada 63 ruas jalan.
Baik: 52,70 persen
Sedang: 30,01 persen
Rusak sedang: 12,06 persen
Rusak berat: 5,17 persen
Kemantapan jalan mencapai 82,71 persen.
Kecamatan Ngronggot
Panjang jalan sekitar 115,04 km dalam 41 ruas jalan.
Baik: 50,46 persen
Sedang: 39,73 persen
Rusak sedang: 4,08 persen
Rusak berat: 5,73 persen
Tingkat kemantapan mencapai sekitar 90,19 persen.
Kecamatan Prambon
Total jalan sekitar 99,38 km pada 32 ruas jalan.
Baik: 58,79 persen
Sedang: 24,89 persen
Rusak sedang: 14,76 persen
Rusak berat: 1,56 persen
Kemantapan mencapai sekitar 83,68 persen.
Kecamatan Baron
Total jalan sekitar 100,37 km pada 40 ruas jalan
Baik: 42,08 persen
Sedang: 39,92 persen
Rusak sedang: 13,54 persen
Rusak berat: 4,45 persen
Kemantapan mencapai sekitar 82,01 persen.
Kecamatan Patianrowo
Panjang jalan sekitar 64,70 km dalam 19 ruas jalan.
Baik: 21,11 persen
Sedang: 60,89 persen
Rusak sedang: 8 persen
Rusak berat: sekitar 10 persen
Kemantapan sekitar 82 persen.
Kecamatan Gondang
Panjang jalan 111,08 km pada 32 ruas jalan.
Baik: 61,74 persen
Sedang: 15,42 persen
Rusak sedang: 13,66 persen
Rusak berat: 19,18 persen
Kemantapan mencapai sekitar 77 persen.
Kecamatan Rejoso
Panjang jalan sekitar 83,90 km dalam 31 ruas jalan.
Baik: 9 persen
Sedang: 51,64 persen
Rusak sedang: 24,59 persen
Rusak berat: 14,87 persen
Kemantapan sekitar 60 persen.
Kecamatan Ngetos
Panjang jalan 98,46 km dalam 25 ruas jalan.
Baik: 39,24 persen
Sedang: 34,46 persen
Rusak ringan: 13,37 persen
Rusak berat: 12,92 persen
Kemantapan mencapai 73,70 persen.
Kecamatan Loceret
Panjang jalan 145,69 km dalam 51 ruas jalan.
Baik: 47,51 persen
Sedang: 23,76 persen
Rusak sedang: 17,67 persen
Rusak berat: 11,07 persen
Kemantapan mencapai 71,27 persen.
Kecamatan Tanjunganom
Memiliki jalan terpanjang, yakni 187,71 km dalam 152 ruas jalan.
Baik: 52,88 persen
Sedang: 15,17 persen
Rusak sedang: 25,41 persen
Rusak berat: 6,53 persen
Kemantapan mencapai 68,05 persen.
Kecamatan Berbek
Panjang jalan 118,43 km dalam 41 ruas jalan.
Baik: 52,99 persen
Sedang: 15,02 persen
Rusak sedang: 18,47 persen
Rusak berat: 13,52 persen
Kemantapan mencapai 68,01 persen.
Kecamatan Pace
Panjang jalan 100,73 km dalam 33 ruas jalan.
Baik: 44,58 persen
Sedang: 21,10 persen
Rusak sedang: 16,07 persen
Rusak berat: 18,25 persen
Kemantapan sekitar 65,68 persen.
Kecamatan Sawahan
Panjang jalan 130,74 km dalam 30 ruas jalan.
Baik: 37,70 persen
Sedang: 24,25 persen
Rusak sedang: 13,73 persen
Rusak berat: 24,31 persen
Kemantapan sekitar 61,95 persen.
Kecamatan Nganjuk
Panjang jalan 143,77 km dalam 279 ruas jalan.
Baik: 4,66 persen
Sedang: 62,25 persen
Rusak sedang: 32,63 persen
Rusak berat: 0,46 persen
Kemantapan mencapai sekitar 66,91 persen.
Kecamatan Bagor
Panjang jalan 79,69 km dalam 49 ruas jalan.
Baik: 11,02 persen
Sedang: 49,34 persen
Rusak sedang: 39,13 persen
Rusak berat: 0,51 persen
Kemantapan sekitar 60,36 persen.
Kecamatan Lengkong
Panjang jalan 87,08 km dalam 18 ruas jalan.
Baik: 38,31 persen
Sedang: 25,32 persen
Rusak sedang: 17,41 persen
Rusak berat: 20,96 persen
Kemantapan sekitar 63,63 persen.
Kecamatan Ngluyu
Panjang jalan 56,11 km dalam 13 ruas jalan.
Baik: 31,43 persen
Sedang: 19,23 persen
Rusak sedang: 18,48 persen
Rusak berat: 30,86 persen
Kemantapan sekitar 50,66 persen.
Kecamatan Jatikalen
Panjang jalan 64,36 km dalam 16 ruas jalan.
Baik: 32,85 persen
Sedang: 25,21 persen
Rusak sedang: 12,16 persen
Rusak berat: 29,78 persen
Kemantapan sekitar 58,06 persen.
Kecamatan Wilangan
Panjang jalan 47,87 km dalam 13 ruas jalan.
Baik: 18,65 persen
Sedang: 38,02 persen
Rusak sedang: 25,72 persen
Rusak berat: 17,61 persen
Kemantapan sekitar 56,67 persen.
Masyarakat Perlu Memahami Pembagian Kewenangan Jalan
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Onny Supriyono, menjelaskan bahwa tidak seluruh jalan di Kabupaten Nganjuk menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten.
“Jalan di Nganjuk terbagi menjadi jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa. Data yang kami sampaikan ini khusus untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Dengan keterbukaan data ini, masyarakat dapat memahami kondisi sebenarnya dan mengetahui bahwa penanganan jalan dilakukan berdasarkan survei teknis, fungsi jalan, tingkat kerusakan, serta kemampuan anggaran daerah,” jelas Onny.
Menurutnya, kondisi jalan juga bersifat dinamis karena dipengaruhi usia konstruksi, cuaca, intensitas lalu lintas, dan muatan kendaraan.
“Jalan yang hari ini baik, beberapa tahun ke depan bisa mengalami penurunan kondisi. Sebaliknya, jalan yang rusak dapat kembali mantap setelah dilakukan pemeliharaan dan peningkatan. Karena itu data terus diperbarui agar program pembangunan tepat sasaran,” tambahnya.
Jalan Adalah Investasi Kesejahteraan
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menegaskan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, melainkan juga menyangkut kesejahteraan masyarakat.
“Ketika jalan semakin baik, biaya transportasi menjadi lebih efisien, hasil pertanian lebih cepat sampai ke pasar, akses pendidikan dan kesehatan semakin mudah, dan pertumbuhan ekonomi desa dapat berkembang lebih baik. Jalan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat,” tutur Marhaen.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga jalan yang telah dibangun.
“Pemerintah terus berupaya meningkatkan kondisi jalan secara bertahap. Namun infrastruktur yang baik juga membutuhkan peran masyarakat untuk menjaganya, termasuk menggunakan jalan sesuai kelasnya dan menghindari muatan berlebih agar usia jalan lebih panjang,” pungkasnya.
Melalui keterbukaan data ini, Pemkab Nganjuk ingin membangun pemahaman bahwa pembangunan jalan bukan dilakukan berdasarkan persepsi, melainkan berdasarkan data, kebutuhan, dan skala prioritas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk.
(AWA)

Komentar