Setetes Darah, Sejuta Harapan: RSUD Kertosono dan PMI Nganjuk Perkuat Aksi Kemanusiaan -->

Javatimes

Setetes Darah, Sejuta Harapan: RSUD Kertosono dan PMI Nganjuk Perkuat Aksi Kemanusiaan

javatimesonline
11 Juni 2026
Aksi kemanusiaan RSUD Kertosono

NGANJUK, JAVATIMES – Pagi itu, suasana di Gedung Graha Eksekutif Anjuk Ladang lantai 1 RSUD Kertosono tampak berbeda. Bukan karena hiruk-pikuk pasien yang datang berobat, melainkan karena hadirnya puluhan orang yang datang dengan satu tujuan mulia: menyumbangkan sebagian darah mereka demi menyelamatkan nyawa sesama.


Kamis (11/6/2026), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berbicara tentang pengobatan, tetapi juga tentang membangun budaya kepedulian dan kemanusiaan.


Sejak pagi, peserta donor darah mulai berdatangan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari karyawan rumah sakit hingga masyarakat umum yang secara sukarela meluangkan waktu untuk berbagi kehidupan melalui setetes darah.


Sebanyak 48 orang tercatat mendaftarkan diri dalam kegiatan tersebut. Sebelum mendonorkan darahnya, seluruh peserta menjalani proses skrining kesehatan yang dilakukan secara sistematis dan terkomputerisasi. Pemeriksaan ini menjadi tahapan penting untuk memastikan kondisi kesehatan pendonor memenuhi standar medis yang ditetapkan.


Di balik meja pemeriksaan dan ruang donor, empat personel PMI Kabupaten Nganjuk tampak sigap melayani setiap peserta. Dengan pendekatan yang ramah dan profesional, mereka memastikan seluruh proses berjalan aman, nyaman, dan sesuai prosedur.


Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di ruang donor. Para peserta yang telah lolos pemeriksaan terlihat santai saat menjalani proses pengambilan darah. Sesekali terdengar percakapan ringan dan canda kecil antara petugas dan pendonor yang membuat suasana semakin cair.


Bagi sebagian orang, donor darah mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi pasien yang membutuhkan transfusi darah, bantuan tersebut bisa menjadi penyambung harapan, bahkan penyelamat nyawa.


Setelah proses donor selesai, raut wajah lega dan bahagia tampak menghiasi para peserta. Mereka keluar dari ruang donor sambil membawa tas suvenir berlogo PMI sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama di depan pintu masuk Graha Eksekutif Anjuk Ladang, memperlihatkan plester di lengan sebagai simbol kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.


Direktur RSUD Kertosono, dr. Suharyono, Sp.PD, mengapresiasi tingginya antusiasme para peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, donor darah merupakan bentuk kontribusi sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar bagi kemanusiaan.

"Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki arti yang sangat penting bagi pasien yang membutuhkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah meluangkan waktu dan menunjukkan kepeduliannya. Kegiatan ini bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan stok darah, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat," ujar dr. Suharyono.

 

Ia menambahkan, RSUD Kertosono berkomitmen untuk terus mendukung program-program kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami berharap kegiatan donor darah seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi budaya bersama. Ketika masyarakat sadar bahwa donor darah adalah investasi kemanusiaan, maka kebutuhan darah bagi pasien dapat lebih terjamin dan pelayanan kesehatan pun semakin optimal," tambahnya.

 

Kolaborasi antara RSUD Kertosono dan PMI Kabupaten Nganjuk ini menjadi bukti bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar. Di tengah meningkatnya kebutuhan darah untuk berbagai keperluan medis, setiap kantong darah yang terkumpul bukan sekadar angka statistik, melainkan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang melawan sakit.


Dari Graha Eksekutif Anjuk Ladang hari itu, mengalir bukan hanya darah dari para pendonor, tetapi juga pesan kuat tentang empati, kepedulian, dan semangat berbagi kehidupan untuk sesama.



(AWA)