NGANJUK, JAVATIMES — Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk turut menghadiri Rapat Persiapan Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Marhaen Djumadi selaku Bupati Nganjuk bersama Wakil Bupati. Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Nganjuk dapat terselenggara dengan sukses, tertib, dan melibatkan partisipasi luas masyarakat.
Dalam forum koordinasi yang diikuti seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemerintah desa tersebut, masing-masing pihak didorong untuk mempersiapkan rangkaian kegiatan secara maksimal. Pemerintah Kabupaten menargetkan pelaksanaan Boyong dan Sedekah Bumi tahun ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga mampu menampilkan identitas budaya Nganjuk yang kuat melalui perpaduan unsur tradisional dan modern.
Di Kabupaten Nganjuk, Boyong dan Sedekah Bumi telah menjadi tradisi yang memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang tinggi. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan berbagai berkah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Salah satu daya tarik utama dalam perayaan ini adalah hadirnya gunungan hasil bumi yang tersusun dari padi, palawija, sayuran, hingga buah-buahan. Gunungan tersebut menjadi representasi kemakmuran, kesuburan tanah, serta harapan agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun.
Tak hanya itu, tradisi “Kembul Bujana, Dhahar Bareng” kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian acara. Tradisi makan bersama ini mencerminkan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan gotong royong yang telah lama menjadi karakter masyarakat Nganjuk.
Pemerintah Kabupaten juga mengajak seluruh OPD untuk aktif menyosialisasikan kegiatan melalui berbagai kanal informasi dan media sosial agar gaung Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo 2026 semakin luas dan mampu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Melalui keikutsertaan dalam rapat persiapan ini, Kantah Nganjuk menunjukkan dukungannya terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam menyukseskan agenda daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Nganjuk.
Boyong dan Sedekah Bumi Hambangun Projo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum mempererat persatuan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memperkuat identitas Kabupaten Nganjuk sebagai daerah yang mampu menjaga tradisi di tengah semangat pembangunan dan kemajuan zaman.
Sumber : Kantah Nganjuk

Komentar