JOMBANG,JAVATIMES – Sempat diterpa isu tak sedap mengenai transparansi anggaran, Pemerintah Desa Sumberagung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, akhirnya angkat bicara. Bukan dengan sekadar kata-kata, melainkan dengan bukti nyata transformasi lahan terbengkalai selama 1,5 dekade yang kini berubah menjadi pusat ketahanan pangan desa.
Berdasarkan investigasi lapangan dan dokumentasi tertanggal 25 April 2026, berikut adalah fakta-fakta epik di balik inovasi Desa Sumberagung:
1. Membangunkan 'Raksasa Tidur': Lahan 15 Tahun yang Kini Produktif
Desa Sumberagung melakukan langkah berani dengan merehabilitasi kolam yang telah mangkrak selama 15 tahun. Lahan yang dulunya semak belukar dan tak menghasilkan, kini disulap menjadi 16 kolam beton permanen yang tertata rapi. Inovasi ini bukan sekadar budidaya, melainkan upaya menghidupkan kembali "harta karun" yang lama terlupakan.
2. Progres Fisik Total: 16 Kolam Beton Rampung 100%
Tuduhan proyek "gelap" seketika runtuh saat melihat fakta fisik di lokasi. Sebanyak 16 kolam dengan berbagai ukuran (mulai dari 5x12m hingga 9x8m) telah berdiri kokoh.
Padat Karya: Proses pengerjaan mulai dari pembersihan lahan (land clearing), rehabilitasi dinding kolam, hingga sistem drainase dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat.
Sistem Terukur: Pada dinding kolam terlihat catatan manajemen teknis yang detail, menandakan profesionalitas pengelolaan sejak awal tahun 2026.
3. 'Lautan' Ikan: 194 Ribu Bibit Mulai Menghuni Kolam
Bukan lagi kolam kosong, saat ini riak air di Desa Sumberagung telah diisi oleh 194.000 bibit lele berkualitas. Penyebaran bibit dilakukan secara bertahap dan terencana untuk menjaga ekosistem kolam. Langkah masif ini ditargetkan menjadi motor utama penggerak Pendapatan Asli Desa (PAD) yang akan kembali manfaatnya kepada masyarakat.
4. Transparansi Anggaran: Rp150 Juta untuk Hasil Maksimal
Menanggapi isu anggaran, Kepala Desa Sumberagung menegaskan bahwa dana sebesar Rp150.000.000 dikelola dengan akuntabilitas tinggi melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes).
"Tidak ada yang gelap. Dana tersebut kami peras secara maksimal untuk rehab fisik kolam yang sudah lama rusak serta pengadaan bibit skala besar. Ini adalah investasi untuk masa depan warga kami," tegas Kepala Desa.
5. Misi Ekonomi: Menatap Ikon Baru 'Kampung Lele' Jombang
Inspirasi kesuksesan Desa Temuwulan menjadi pemacu semangat warga Sumberagung. Adi Sutrisno, penanggung jawab lapangan, menyebutkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi karena proyek ini bersifat Padat Karya.
"Warga tidak hanya jadi penonton. Mereka bekerja di sini, menghidupkan ekonomi keluarga, dan menjaga ketahanan pangan daerah secara mandiri," ungkap Adi.
CATATAN REDAKSI:
Dengan bukti fisik pembangunan yang transparan, manajemen teknis yang tercatat, dan partisipasi aktif masyarakat, proyek ketahanan pangan Desa Sumberagung terbukti berjalan sesuai jalur (on the track). Pemerintah desa membuka pintu seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin melihat langsung progres transformasi ini sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.
(Gading)

Komentar