Bapenda Nganjuk Gunakan 4 Strategi, PAD 2026 Ditarget Rp578 M -->

Javatimes

Bapenda Nganjuk Gunakan 4 Strategi, PAD 2026 Ditarget Rp578 M

javatimesonline
03 Februari 2026


Strategi Bapenda tingkatkan PAD

NGANJUK, JAVATIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2026 sebesar Rp. 577.847.556.209 naik Rp. 32.475.667.611 dari target PAD 2025 sebesar Rp.545.371.888.598.


Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Nganjuk Slamet Basuki optimis, bahwa dengan 4 strategi, target PAD yang sudah ditetapkan dapat terpenuhi bahkan terlampaui. 


1. Digitalisasi Pengelolaan Pajak dan Retribusi

Dengan transformasi digital diharap mampu mengoptimalkan PAD melalui sistem terintegrasi, mengurangi kebocoran, meningkatkan kepatuhan wajib pajak, serta memberikan efisiensi operasional bagi pemerintah maupun masyarakat. 


2. Penguatan Tim Optimalisasi PAD

Langkah ini dianggap sangat tepat dalam meningkatkan kemandirian fiskal, transparansi, dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah (PAD, retribusi, BUMD, lain-lain PAD yang sah), karena tim nantinya hanya berfokus pada pendataan ulang, penegakan aturan, dan pelayanan publik yang lebih baik. 


3. Ekstensifikasi Pemungutan Pajak Daerah

Dalam upaya meningkatkan PAD yakni dengan memperluas basis pajak, yaitu menambah jumlah wajib pajak baru atau objek pajak baru yang memenuhi syarat.  


Strategi ini melibatkan pendataan lapangan, pemutakhiran data, serta penyesuaian regulasi pajak seperti dengan melakukan pendekatan mikro, makro, penguatan teknologi, koordinasi dan sosial serta pemanfaatan data. 


4. Intensifikasi Pemungutan Pajak Daerah

Dalam upaya peningkatan PAD diperlukan adanya optimalisasi penerimaan pajak dari wajib pajak yang sudah terdaftar dan data yang ada, bertujuan meningkatkan kepatuhan serta menggali potensi pajak secara maksimal. 


Strategi ini nantinya akan fokus pada peningkatan kualitas administrasi, pengawasan, dan pelayanan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) seperti melakukan pembaruan data, peningkatan pengawasan, optimalisasi pelayanan dan pemberian insentif.

"Dengan metode tersebut, saya optimis target tercapai. Bahkan target perolehan pajak kendaraan bermotor sebagai pemasukan terbesar Bapenda InsyaAllah juga dapat tercapai," katanya. 


Lanjut Slamet Basuki, target pajak kendaraan bermotor (PKB) pada tahun 2025 sebesar Rp. 71.253.048.886 hanya terealisasi 96% (Rp.68.329.756.450) kurang Rp.2.723.292.436 dari target. 


Sementara Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) 2025 target semula Rp.23.733.943.337 naik 106% (Rp.25.108.628.700) bertambah Rp.1.374.685.363.

"Untuk merealisasikan atau melampaui target pendapatan PKB kami akan berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat membayar pajak kendaraan, termasuk dengan melakukan operasi gabungan khusus untuk mengejar penunggak PKB," ungkapnya. 



(Ind)