MPLS Ceria di SMPN 1 Rejoso, 288 Siswa Baru Dibentuk Jadi Pelajar Sehat, Tangguh, dan Berkarakter -->

Javatimes

MPLS Ceria di SMPN 1 Rejoso, 288 Siswa Baru Dibentuk Jadi Pelajar Sehat, Tangguh, dan Berkarakter

javatimesonline
13 Juli 2026
MPLS di SMPN 1 Rejoso 

NGANJUK, JAVATIMES – Hari pertama masuk sekolah selalu menjadi momen yang mendebarkan bagi para siswa baru. Wajah-wajah penuh rasa penasaran tampak menghiasi halaman SMP Negeri 1 Rejoso, Kabupaten Nganjuk, saat ratusan peserta didik baru memulai perjalanan mereka sebagai keluarga besar sekolah tersebut.

Namun, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 1 Rejoso tahun ini tidak hanya berisi perkenalan guru, ruang kelas, maupun tata tertib sekolah. Selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (13–17 Juli 2026), para siswa diajak mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang lebih edukatif, menyenangkan, sekaligus membentuk karakter.

Sebanyak 288 siswa baru, terdiri atas 148 siswa laki-laki dan 140 siswa perempuan, mengikuti rangkaian MPLS yang digelar di lingkungan sekolah. Sejak hari pertama, mereka mendapatkan pembekalan mengenai budaya sekolah, skrining kesehatan, sosialisasi HIV/AIDS, hingga pelatihan tanggap bencana yang menghadirkan narasumber sesuai bidang keahliannya.

Suasana pembelajaran pun dibuat jauh dari kesan membosankan. Di sela-sela penyampaian materi, panitia menghadirkan berbagai permainan edukatif atau games yang mampu mencairkan suasana sekaligus membangun kekompakan antarsiswa.

Gelak tawa para peserta sesekali terdengar memenuhi halaman sekolah. Melalui permainan tersebut, para siswa tidak hanya diajak saling mengenal, tetapi juga belajar bekerja sama, menghargai teman, dan membangun rasa percaya diri sebagai bekal menjalani kehidupan di jenjang pendidikan yang baru.

Kepala SMPN 1 Rejoso, Joko Alip Gunarso, mengatakan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi peserta didik baru, sehingga mereka merasa nyaman berada di lingkungan sekolah.
"Kami ingin MPLS menjadi ruang belajar yang menggembirakan. Anak-anak tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga mendapatkan bekal pengetahuan tentang kesehatan, kebencanaan, dan berbagai persoalan sosial yang penting mereka pahami sejak dini. Karena itu, kami kemas kegiatan ini secara interaktif melalui permainan, diskusi, dan praktik agar mudah dipahami serta meninggalkan kesan positif," ujarnya.

Tidak hanya siswa baru yang mendapatkan pembekalan. SMPN 1 Rejoso juga melibatkan siswa kelas VIII dan IX dalam kegiatan peningkatan kapasitas melalui sosialisasi tanggap darurat kebencanaan dan edukasi mengenai HIV/AIDS.

Selanjutnya, pada Rabu, para siswa kelas VIII dan IX dijadwalkan mengikuti pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) di Lapangan Desa Talang, Kecamatan Rejoso. Kegiatan tersebut akan dipandu langsung oleh personel TNI dan Polri sebagai bagian dari pembinaan disiplin, kepemimpinan, serta kerja sama.

Menurut Joko Alip Gunarso, pendidikan karakter harus berjalan beriringan dengan pendidikan akademik. Karena itu, sekolah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mampu membentuk siswa menjadi pribadi yang disiplin, sehat, peduli, dan bertanggung jawab.
"Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, peduli terhadap sesama, serta mampu menghadapi tantangan kehidupan. Pendidikan hari ini harus mampu menyiapkan mereka menjadi generasi yang tangguh di masa depan," katanya.

Perhatian sekolah terhadap pembentukan karakter juga diwujudkan melalui edukasi tentang pernikahan dini. Beberapa bulan lalu, SMPN 1 Rejoso menggelar sosialisasi mengenai bahaya pernikahan usia dini dalam rangkaian kegiatan Pondok Ramadan.

Program tersebut, menurut pihak sekolah, akan kembali digalakkan sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya merencanakan masa depan melalui pendidikan dan pengembangan diri.

Komitmen membangun karakter dan prestasi itu pun telah membuahkan hasil. Dalam beberapa tahun terakhir, SMPN 1 Rejoso berhasil menorehkan berbagai prestasi di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Prestasi terbaru diraih melalui cabang pencak silat, Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang IPA, serta Palang Merah Remaja (PMR). Deretan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan akademik dan nonakademik berjalan beriringan di sekolah tersebut.

Bagi SMPN 1 Rejoso, MPLS bukan sekadar agenda rutin menyambut tahun ajaran baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal menanamkan nilai-nilai disiplin, kepedulian, semangat belajar, dan keberanian bermimpi kepada setiap peserta didik.

Sebab dari ruang-ruang kelas sederhana itulah, sekolah berharap lahir generasi yang sehat, berkarakter, berprestasi, serta mampu membawa nama baik Kabupaten Nganjuk di masa mendatang.



(AWA)