NGANJUK, JAVATIMES – Momentum Gebyar Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk untuk menyalurkan berbagai bantuan sosial, termasuk pelunasan tanggungan biaya pasien Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) di RSUD Nganjuk dengan total mencapai Rp906 juta.
Kegiatan yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (9/7/2026), tersebut dihadiri ratusan penerima manfaat dari berbagai kalangan, mulai dari anak yatim piatu, kaum duafa, mualaf, penyandang disabilitas, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Nganjuk juga melakukan pelunasan terakhir sebesar Rp302.857 untuk pasien SKTM, sekaligus menandai tuntasnya program bantuan kesehatan sepanjang Semester I 2026.
Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Zainal Arifin, menyampaikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat.
“Dengan dukungan masyarakat yang telah menunaikan ZIS melalui BAZNAS, kami dapat melaksanakan berbagai program sosial pada hari ini,” ujarnya.
Pada kegiatan ini, BAZNAS menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim piatu dan duafa, 79 mualaf, serta bantuan bagi penyandang disabilitas. Selain itu, sebanyak 53 pelaku UMKM menerima bantuan modal usaha untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
Di sektor perumahan, BAZNAS juga membantu perbaikan 32 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan nilai Rp20 juta per unit. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat kurang mampu.
Zainal menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan dana ZIS yang profesional, transparan, dan sesuai syariat Islam. Komitmen tersebut dibuktikan dengan diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari audit Kantor Akuntan Publik pada Juni 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS berpedoman pada tiga prinsip utama, yakni aman syariah, aman regulasi, dan aman NKRI, guna memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
Selain itu, program pembinaan mualaf terus diperkuat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 90 mualaf menerima bantuan sebagai bentuk pendampingan dan penguatan keimanan.
Sementara itu, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengapresiasi kinerja BAZNAS yang dinilai mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membantu masyarakat.
“Kolaborasi ini sangat baik dan perlu terus ditingkatkan, terutama dalam pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Melalui momentum Gebyar Muharram ini, BAZNAS Nganjuk berharap dapat terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
(Ind)

Komentar