SIDOARJO, JAVATIMES – Tragis benar nasib Angel (16), sebut saja namanya begitu. Pelajar SMA ini menjadi korban kekerasan fisik, sekaligus pelecehan seksual yang kasusnya kini diproses di Mapolresta Sidorjo. Pelakunya adalah Riz (43) warga kawasan Gugling Village Candi yang tidak lain adalah ayah tirinya.
Terkait perkara ini Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Sidoajo bersama DPC Peradi Sidorjo memberi bantuan hukum kepada korban hingga kasusnya diusut tuntas. Pada Senin (6/7/2026, korban didampingi keluarga mengungkapkan kronologis kejadian dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik kepada Ketua LPKAN Sidoarjo Chamim Putra Gofoer.
Perkaranya juga dikordinasikan kepada Ketua Peradi Sidoarjo Yunus Susanto SH. “Dari koordinasi, kami dari LPKAN dan Peradi sepakat memberi pendampingi atas perkara itu, sampai tuntas hingga proses hukum di pengadilan,” kata Chamim.
Mas Yunus, sapaan lawyer papan atas Sidoarjo ini mengatakan dari ceritera dan kronologisnya jelas-jelas memenuhi unsur tindak pidana berupa kekerasan fisik dan pelecehan seksual. Yang kami sesalkan, korbannya juga masih di bawah umur,--dibawah 17 tahun.
“Kami minta pihak kepolisian memberi atensi atas perkara ini, apalagi perkara juga sudah dilaporkan ke Polresta Sidoarjo dengan laporan polisi nomer: LP-B/201/VI/2026/SPKT/Polresta Sidoarjo,” tegas Yunus.
Kronologis kejadianya berawal ketika orang tuanya cerai, Angel diasuh tantenya, Sri (45) warga di perumahan Sidokepung. Setelah ibunya bersuami kembali, mengambil Angel untuk diasuk sendiri dengan cara memaksa. Sri pun tak kuasa menolak, apalagi cara mengambil Angel juga memaksa.
Angel yang saat itu kelas 2 SMP pun akhirnya tinggal bersama ibunya dan suaminya Riz. Tragisnya, tidak mendapat kasih sayang, justru Angel diperlakukan kasar, bahkan kerap mendapat perlakukan kekerasan fisik. Rambutnya pernah dipotong dengan pisau secara tidak beraturan atau dipethali.
Tak hanya itu, Riz, ayah tirinya juga tidak segan-segan memukul kepala, dan bagian badan lainnya, termasuk menyulut di kakinya. Kekerasan fisik itu pun menanggalkan bekas luka pada bagian tubuh angel. Bejatnya lagi kelakuak Riz adalah kerap merabah tubuh korban saat tidur. Jika Anggel berontak, pelaku langsung memukulnya. Bahkan pelaku juga pernah merekam melalui HP-nya saat korban mandi.
“Semua saya ceriterakan ke ibu, tapi ibu malah marah,” kata Angel saat bertutur dengan berlinang air mata.
Karena sudah tidak tahan perlakuan Riz, akhirnya Angel kabur dari rumah orangtuannya dan melapor ke Polresta Sidoarjo. Dengan didampingi Sri, tantenya yang pernah mengasuh, dia sempat dimintai keterangan pihak kepolisian.
“Kami minta perkara ini segera diproses dan pelakunya ditahan,” kata Sri.
(Khol)

Komentar