NGANJUK, JAVATIMES - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kabupaten Nganjuk tahun ajaran 2026/2027 meski telah usai, namun hingga saat ini masih menyisahkan cerita tentang banyaknya Sekolah negeri yang kekurangan anak didik baru.
Hal ini sebagaimana yang dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto menyampaikan, dari total 54 satuan Pendidikan SMPN yang ada di Kabupaten Nganjuk, baru sekitar 9 SMPN yang memenuhi batas maksimum daya tampung yang ditetapkan untuk tahun ajaran 2026/2027.
"Dari pelaksanaan SPMB kemarin, masih menyisahkan sekitar 45 SMPN dengan pagu siswanya belum terpenuhi," ujarnya.
Menurutnya, semua SMPN seharusnya pagu siswanya terpenuhi semua, karena Satuan Pendidikan tingkat SD yang ada di Kabupaten Nganjuk tercatat lebih dari 11 ribu siswa yang lulus ujian sekolah.
Hal ini terjadi karena adanya Ketimpangan minat masyarakat terhadap sekolah negeri dan swasta pada jenjang SMP di Kabupaten Nganjuk yang hingga saat ini masih menjadi persoalan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Sementara untuk menambahkan agar memenuhi kekurangan tersebut, pihaknya (Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk) telah mengambil langkah dengan memperpanjang masa pendaftaran secara offline. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada calon peserta didik yang belum sempat mengikuti pendaftaran secara daring.
“Kami telah memperpanjang pendaftaran secara offline agar calon peserta didik yang belum terakomodasi dalam sistem pendaftaran online tetap memiliki kesempatan untuk mendaftar," katanya.
"Harapan kami dengan dibukanya pendaftaran offline ini, pagu siswa di sekolah-sekolah yang masih kurang bisa segera terpenuhi,” pungkasnya.
(Ind)

Komentar