JOMBANG, JAVATIMES – Aroma tidak sedap menyerbak dari pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) di wilayah Kecamatan Ploso. Dana puluhan juta rupiah yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, kini justru menjadi teka-teki besar. Isu miring mengenai dugaan "pinjaman" sepihak oleh oknum pejabat kecamatan dan oknum Kepala Desa kini mulai memicu keresahan.
Aliran Dana Puluhan Juta Jadi Misteri
Data yang dihimpun menunjukkan adanya aliran rutin sebesar Rp5.000.000 dari 13 desa setiap tahunnya ke kas Bumdesma. Secara akumulatif, setidaknya terkumpul Rp65.000.000 per tahun. Namun, alih-alih memberikan deviden bagi kesejahteraan warga, saldo tersebut diduga "menguap" secara misterius.
"Setiap tahun terkumpul puluhan juta, itu baru dari iuran pokok desa, belum akumulasi tahun-tahun sebelumnya. Pertanyaannya sederhana: uang itu lari ke mana?" cetus seorang narasumber yang identitasnya dirahasiakan.
Oknum Kecamatan dan Kades Terseret
Rumor yang berkembang di lapangan menyebutkan adanya praktik "main mata" dalam penggunaan dana tersebut. Dana besar itu diduga kuat dialihkan untuk kepentingan pribadi oleh oknum di jajaran kecamatan dan salah satu Kepala Desa di wilayah setempat.
Kekecewaan warga tak terbendung. Publik menilai dana Bumdesma telah dijadikan "ajang bancakan" oleh oknum pemangku kebijakan. Saat dikonfirmasi mengenai kepastian angka yang disalahgunakan, narasumber menunjuk hidung pihak internal.
"Kalau soal nominal rupiah pastinya, silakan tanyakan langsung ke Bendaharanya. Dia yang tahu persis berapa saldo yang diduga dipinjam atau disalahgunakan itu," tambahnya dengan nada getir.
Respon Camat: "Nanti Kami Konfirmasi"
Menanggapi isu panas tersebut, Camat Ploso saat dikonfirmasi melalui pesan singkat memberikan respon diplomatis. Meski tidak membantah secara eksplisit, pihaknya berjanji akan melakukan kroscek ke pengelola Bumdesma.
"Waalaikumsalam, ngapunten slow respon. Matursuwun informasinya, nanti kami konfirmasi ke teman-teman Bumdesma," tulisnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Bendahara Bumdesma terus dilakukan. Publik kini menunggu keberanian pihak pengelola untuk membuka tabir gelap di balik hilangnya dana yang seharusnya milik rakyat tersebut.
(Gading)

Komentar