SIDOARJO, JAVATIMES — Peta politik desa berubah drastis. Dalam gelombang Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo, satu nama mencuri perhatian publik: H. Mochamad Nasution, S.T..
Putra sulung keluarga besar almarhum H. Muslimin atau yang akrab dikenal sebagai “H. Slimin” itu tampil bak badai politik baru. Ia bukan sekadar menang, tetapi menghancurkan dominasi lawan-lawannya dengan kemenangan mutlak yang sulit dibantah angka maupun fakta lapangan.
Dalam rekapitulasi resmi Pilkades Sepande, Nasution meraih 3.070 suara sah — unggul jauh dari empat rivalnya. Angka itu bahkan terpaut lebih dari 2.000 suara dari kandidat terdekat. Sebuah selisih yang oleh warga disebut sebagai “kemenangan tanpa celah”.
Berikut hasil perolehan suara Pilkades Sepande 2026:
Nomor urut 1, Hadi Santoso : 766 suara
Nomor urut 2, M. Anugrah Agung : 938 suara
Nomor urut 3, H. Mochamad Nasution, S.T. : 3.070 suara
Nomor urut 4, Moch. Imron : 177 suara
Nomor urut 5, Subagio Ramadhanus, S.KG., M.A.R.S. : 99 suara
Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 7.724 warga, sebanyak 5.192 pemilih hadir menggunakan hak suaranya. Surat suara sah tercatat 5.037, sementara 155 lainnya dinyatakan tidak sah.
Namun di balik angka kemenangan itu, publik Sepande membaca cerita yang lebih dalam: balas sejarah politik keluarga.
Warga menyebut kemenangan Nasution sebagai pembuktian pepatah Jawa, “Kalah cacak menang adik.” Sebab pada Pilkades periode sebelumnya, kakak kandung Nasution, H. Fauzi, pernah tumbang dari petahana saat itu. Kini, sang adik datang bukan hanya untuk bertarung, tetapi membalikkan keadaan dengan kemenangan telak atas kubu petahana.
“Ini kemenangan mutlak. Tidak terbendung. Selisihnya jauh sekali dibanding calon lain,” ujar Yudi, warga Sepande, Senin (25/5/2026).
Bagi banyak warga, kemenangan Nasution bukan sekadar hasil kontestasi politik desa, melainkan simbol kembalinya pengaruh keluarga besar H. Muslimin dalam panggung sosial dan pembangunan Sepande.
Nama keluarga itu memang lama dikenal kuat di desa. Almarhum H. Muslimin disebut sebagai pengusaha sukses sekaligus tokoh yang memiliki pengaruh besar di lingkungan masyarakat dan dunia kontraktor di Sidoarjo. Jejak itu kini diteruskan oleh putranya.
Selain dikenal sebagai pengusaha penggilingan padi, Nasution juga disebut warga sebagai sosok “OKL Orang Kaya Lama”, istilah lokal bagi keluarga mapan yang telah lama memiliki akar ekonomi kuat di desa.
“Kalau soal membangun desa, tinggal menggelinding saja. Beliau sudah punya pengalaman usaha dan jaringan,” ujar Ani, warga Sepande.
Sementara itu, sang kakak, H. Fauzi, mengaku bersyukur atas kemenangan adiknya. Ia menilai hasil Pilkades menjadi bukti nyata mayoritas warga Sepande menginginkan perubahan arah pembangunan desa.
“Alhamdulillah masyarakat memberi dukungan besar kepada adik kami. Semoga nanti bisa kompak membangun Desa Sepande bersama seluruh warga,” tuturnya.
Pilkades Sepande akhirnya tidak hanya melahirkan kepala desa baru. Ia juga melahirkan pesan politik yang keras: di tingkat desa sekalipun, loyalitas warga tidak bisa diwarisi begitu saja, tetapi harus direbut kembali dengan kepercayaan publik.
Dan pada Pilkades 2026 ini, nama Nasution melakukannya dengan kemenangan yang nyaris tanpa perlawanan.
(Khol)

Komentar