Semangat Kebangkitan Nasional Hidup di Nganjuk, Dari Upacara hingga Doa untuk Para Pahlawan -->

Javatimes

Semangat Kebangkitan Nasional Hidup di Nganjuk, Dari Upacara hingga Doa untuk Para Pahlawan

javatimesonline
20 Mei 2026

Kegiatan Harkitnas di alun-alun Nganjuk dan taman makam pahlawan 

NGANJUK, JAVATIMES – Suasana berbeda terlihat di Alun-Alun Kabupaten Nganjuk, Rabu (20/5/2026) pagi. Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, ratusan peserta mulai memadati kawasan pusat kota untuk mengikuti Upacara Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118.


Barisan Aparatur Sipil Negara (ASN), mahasiswa, pelajar, hingga unsur Forkopimda berdiri rapi dengan wajah penuh khidmat. Di tengah semilir angin pagi, lagu-lagu perjuangan menggema, membawa suasana yang seakan mengajak semua orang kembali mengingat bagaimana bangsa ini lahir dari semangat persatuan dan perjuangan panjang para pendahulu.


Momentum Harkitnas tahun ini terasa lebih bermakna. Bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi bersama tentang bagaimana bangsa Indonesia harus terus bangkit di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan penuh tantangan.


Upacara dipimpin langsung Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang hadir bersama Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, Kapolres Nganjuk, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Nganjuk Koko Robi Yahya, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nganjuk Subani.


Kehadiran para pejabat daerah bersama ratusan peserta upacara menciptakan suasana penuh kebersamaan. Tidak ada sekat antara pemerintah dan masyarakat. Semua berdiri dalam satu barisan yang sama, menghormati jasa para pahlawan yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi berdirinya bangsa Indonesia.


Saat bendera Merah Putih perlahan dikibarkan, suasana mendadak hening. Mata peserta tertuju ke tiang bendera. Sebagian pelajar tampak mengikuti jalannya upacara dengan penuh semangat, sementara para ASN berdiri tegap mengikuti setiap rangkaian kegiatan.


Dalam amanatnya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memaknai Hari Kebangkitan Nasional hanya sebatas seremoni tahunan atau mengenang sejarah semata.


Menurutnya, semangat kebangkitan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, kerja keras, serta kepedulian terhadap sesama.

“Semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Bangkit bukan hanya mengenang sejarah perjuangan para pendahulu, tetapi bagaimana kita hari ini mampu bekerja, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen.


Ia mengatakan bahwa tantangan bangsa saat ini jauh berbeda dibanding masa perjuangan dahulu. Jika dulu para pejuang melawan penjajahan secara fisik, maka generasi saat ini menghadapi tantangan berupa perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga ancaman perpecahan yang muncul akibat kurangnya rasa persatuan.


Karena itu, Kang Marhaen menilai semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus dijaga agar bangsa Indonesia tetap kuat menghadapi berbagai dinamika zaman.

“Harkitnas mengajarkan bahwa bangsa ini besar karena persatuan. Maka generasi muda harus memiliki semangat optimisme, semangat belajar, dan semangat menjaga kebersamaan demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tegasnya.


Tak hanya itu, Kang Marhaen juga memaknai Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kebangkitan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas pelayanan, pendidikan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian seluruh elemen masyarakat.

“Kalau semua punya semangat melayani, semangat bekerja tulus, dan semangat menjaga persatuan, maka daerah ini akan terus maju. Kebangkitan nasional harus terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tambahnya.


Usai upacara di alun-alun, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP). Suasana yang semula penuh semangat perlahan berubah menjadi lebih hening dan penuh penghormatan.


Satu per satu pejabat dan peserta berjalan menuju pusara para pahlawan. Bunga ditaburkan perlahan sebagai simbol penghormatan atas jasa besar mereka yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa.


Di tengah suasana khidmat itu, refleksi tentang arti perjuangan terasa begitu dekat. Bahwa kemerdekaan dan kemajuan yang dirasakan hari ini bukan hadir begitu saja, melainkan lahir dari pengorbanan panjang para pejuang bangsa.


Bagi masyarakat yang hadir, peringatan Harkitnas ke-118 di Kabupaten Nganjuk bukan hanya kegiatan formal pemerintahan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kebangkitan harus terus dijaga, terutama oleh generasi muda yang akan menentukan arah masa depan bangsa.


Dari Alun-Alun Nganjuk hingga Taman Makam Pahlawan, semangat itu terus digaungkan: bahwa Indonesia hanya akan tetap kuat jika persatuan, kepedulian, dan semangat pengabdian terus dirawat bersama.



(AWA)