JOMBANG, JAVATIMES – Keamanan sistem perbankan syariah kembali berada di titik nadir. Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang (KC) Jombang kini menjadi sorotan tajam setelah dana milik nasabah dilaporkan menguap secara sepihak dari rekening tanpa persetujuan pemiliknya. Insiden yang menimpa EM (55), warga Desa Kepatihan, pada Rabu (18/3/2026), menjadi bukti nyata betapa rapuhnya benteng pertahanan digital bank plat merah ini.
Penarikan "Hantu" di Siang Bolong
Tepat pukul 10.09 WIB, ponsel EM bergetar membawa kabar buruk. Notifikasi mobile banking menunjukkan transaksi keluar senilai Rp1.171.000. Tanpa otentikasi, tanpa konfirmasi, uang tersebut melenggang keluar dari rekeningnya.
"Saya kaget, tiba-tiba ada pesan notifikasi uang ditarik. Padahal saya tidak melakukan transaksi apa pun," cetus EM dengan nada geram saat ditemui wartawan.
Ini bukan sekadar kehilangan angka di layar ponsel, melainkan hilangnya rasa aman nasabah yang mempercayakan keringat mereka pada bank berlabel "Syariah".
Benteng Satpam dan Alibi "Sistem Error"
Ironisnya, saat nasabah yang panik mendatangi kantor BSI KC Jombang di Ruko Cempaka Mas untuk meminta pertanggungjawaban, ia justru "dihadang" oleh petugas keamanan (Satpam). Tidak ada jajaran manajerial yang pasang badan.
Alibi klasik pun dilemparkan: Sistem sedang error. Ahmad, petugas satpam tersebut, berdalih gangguan terjadi sejak pagi hari. Namun, muncul pertanyaan besar: Mengapa dalam kondisi "error", sistem justru bisa meloloskan penarikan dana sepihak namun gagal melindungi hak nasabah? Apakah "error" kini menjadi mantra sakti untuk mencuci tangan dari tanggung jawab keamanan dana masyarakat?
Sikap Lepas Tangan Mantan Pejabat
Kejanggalan semakin terasa saat upaya konfirmasi dilakukan kepada Feri, mantan Kepala BSI KC Jombang. Alih-alih memberikan pencerahan atau empati, ia justru memilih jalur birokrasi dingin.
"Silakan ke Customer Service saja Mas," jawabnya singkat, seolah menutup mata bahwa ada api yang sedang membakar kepercayaan nasabah di kantor yang pernah dipimpinnya tersebut.
Rapot Merah Keamanan Perbankan
Hingga berita ini diunggah, lenyapnya dana EM masih menjadi teka-teki yang memuakkan. Tidak ada kejelasan siapa yang menarik uang tersebut atau bagaimana sistem perbankan secanggih BSI bisa "kebobolan" di siang hari bolong.
Publik kini mendesak transparansi total. Jika uang senilai satu juta rupiah saja bisa hilang secara "ajaib", bagaimana dengan miliaran rupiah dana nasabah lainnya? Kasus ini menjadi alarm keras: Apakah uang Anda benar-benar aman di BSI, atau Anda hanya menunggu giliran menjadi korban notifikasi "hantu" berikutnya?
(Gading)

Komentar