Dari Rumah Nyaris Roboh ke Harapan Baru: Dua Lansia Patianrowo Terima Bantuan Rehab Rumah Rp20 Juta -->

Javatimes

Dari Rumah Nyaris Roboh ke Harapan Baru: Dua Lansia Patianrowo Terima Bantuan Rehab Rumah Rp20 Juta

javatimesonline
15 Maret 2026
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni kepada lansia di Kecamatan Patianrowo

NGANJUK, JAVATIMES –  Harapan baru mulai tumbuh di sudut-sudut rumah sederhana milik para lansia di Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.


Kamis pagi (12/3/2026), pemerintah daerah bersama sejumlah pihak turun langsung menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) kepada warga lanjut usia yang selama ini hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan.


Di Dusun Jenar, Desa Ngepung, rumah sederhana milik seorang lansia bernama Musinah menjadi salah satu titik perhatian. Dinding rumah yang mulai rapuh dan kondisi bangunan yang jauh dari kata layak akhirnya mendapatkan perhatian serius.


Melalui program rehabilitasi rumah tidak layak huni, Musinah menerima bantuan sebesar Rp20 juta.


Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk sebesar Rp10 juta dan CSR PT Irfai Berkah Sejahtera sebesar Rp10 juta.


Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, disaksikan unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Patianrowo, perangkat desa, serta sejumlah pihak yang selama ini aktif mendampingi masyarakat.


Tidak hanya Musinah. Pada hari yang sama, bantuan serupa juga diberikan kepada Ibu Tuminah (84), warga Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi yang juga jauh dari kata layak.


Selain bantuan untuk perbaikan rumah, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan paket sembako guna membantu kebutuhan sehari-hari keluarga penerima.


Suasana penyerahan bantuan berlangsung sederhana, namun penuh makna. Bagi para lansia penerima manfaat, bantuan tersebut bukan sekadar angka puluhan juta rupiah.


Di usia senja, bantuan itu menjadi secercah harapan agar mereka dapat menikmati masa tua dengan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.


Bupati Nganjuk Kang Marhaen berharap proses perbaikan rumah para penerima bantuan dapat segera dimulai dan selesai sebelum Hari Raya Idulfitri.

“Kami berharap rehab rumah ini bisa segera dikerjakan dan selesai sebelum Lebaran, sehingga para penerima manfaat bisa merayakan hari raya dengan rumah yang lebih layak dan nyaman,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah serius melakukan percepatan penanganan rumah tidak layak huni di seluruh wilayah Kabupaten Nganjuk.

“Kami tidak ingin ada warga Nganjuk yang tinggal di rumah tidak layak huni. Karena itu kami terus memburu rumah-rumah yang kondisinya memprihatinkan. Program ini kami dorong melalui berbagai sumber pendanaan, baik dari APBN, APBD, maupun dukungan Baznas dan CSR perusahaan,” tegasnya.


Menurut Kang Marhaen, kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

“Efisiensi tidak boleh menghalangi kinerja pemerintah daerah. Komitmen kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus tetap berjalan. Karena itu kami menggandeng berbagai pihak agar program sosial seperti ini tetap bisa terlaksana,” tambahnya.


Penyerahan bantuan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat dan unsur masyarakat.


Tampak hadir di lokasi Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) beserta Sekretaris Dinas PRKPP, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Patianrowo, serta aparat keamanan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas.


Kolaborasi berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa penanganan rumah tidak layak huni tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan bersama.


Pemerintah Kecamatan Patianrowo pun menyambut baik program tersebut.


Camat Patianrowo Tri Hatmanto, yang akrab disapa Tito, menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah daerah serta semua pihak yang terlibat dalam membantu warganya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Nganjuk, Baznas Kabupaten Nganjuk, serta PT Irfai Berkah Sejahtera yang telah memberikan perhatian besar kepada warga kami. Bantuan ini sangat berarti bagi Bu Musinah, Bu Tuminah, dan keluarga mereka,” ujar Tito.


Ia berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak warga yang terbantu.

“Kami berharap program rehabilitasi rumah tidak layak huni ini terus berjalan sehingga warga yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman untuk ditempati,” katanya.


Tito juga mengajak masyarakat untuk turut peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.

“Kami mengajak perangkat desa dan masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada rumah warga yang memang tidak layak huni. Dengan begitu pemerintah dapat segera mengambil langkah agar tidak ada warga yang hidup dalam kondisi rumah yang memprihatinkan,” pesannya.


Di Patianrowo pagi itu, suara obrolan warga, deru kendaraan rombongan pejabat, dan senyum haru para lansia penerima bantuan menjadi saksi bahwa kepedulian masih hidup.


Bagi Musinah dan Tuminah, rumah yang akan segera diperbaiki itu bukan sekadar tempat berteduh.


Ia adalah simbol bahwa bahkan di usia senja, harapan tetap bisa datang, bahkan dari pintu rumah yang dulu nyaris roboh.



(AWA)