![]() |
| Ilustrasi (AI) |
NGANJUK, JAVATIMES — Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) eselon II b di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk resmi memasuki babak yang lebih menegangkan. Dari total 19 pelamar yang mendaftarkan diri, kini tersisa 16 nama yang dinyatakan lolos administrasi dan berhak melaju ke tahap uji kompetensi.
Mereka bukan sekadar peserta seleksi. Di tangan merekalah arah kebijakan dan wajah birokrasi Nganjuk ke depan akan ditentukan. Empat kursi strategis yang kosong kini menjadi rebutan, memantik persaingan yang tak hanya terbuka di atas kertas, tetapi juga mulai terasa di balik layar.
Pengumuman Panitia Seleksi pada Senin (27/4/2026) turut menghadirkan dinamika tersendiri. Di tengah dominasi peserta internal, muncul satu nama dari luar daerah yang ikut meramaikan bursa, yakni Isbatuhul Qhoirod, pangkat/golongan Pembina IVa. Ia mengantongi pendidikan S1 Keperawatan Unair, Profesi Ners Unair, serta S2 Magister Hukum Kesehatan Universitas Katolik Soegijapranata. Saat ini menjabat sebagai Kabid Keperawatan di RSUD dr Soekandar Kabupaten Mojokerto, dan maju sebagai pelamar untuk posisi Direktur RSD Nganjuk.
Sementara itu, 15 nama lainnya berasal dari internal Pemkab Nganjuk dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam.
Untuk posisi Kepala Dinas PUPR, terdapat empat kandidat yang akan bersaing. Agung Endro Laksono, pangkat/golongan Pembina IVa, berpendidikan S1 Teknik Sipil Universitas Islam Malang dan S2 Administrasi Publik Universitas Kadiri, saat ini menjabat Inspektur Pembantu II Inspektorat Daerah Kabupaten Nganjuk. Ia akan berhadapan dengan Daans Fritsam Aponno, Pembina IVa, lulusan S1 Teknik Sipil dan S2 Administrasi Publik Unmer Malang, yang kini menjabat Kabag Pengadaan Barang dan Jasa pada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Nganjuk.
Nama lain adalah Hany Adi Nugroho, golongan IVa, lulusan S1 Teknik Sipil ITS, yang saat ini menjabat Sekretaris Satpol PP Nganjuk. Serta Onny Supriyono, golongan IVa, lulusan S1 Teknik Sipil Untag Surabaya dan S2 Magister Manajemen Universitas Kadiri, yang kini menjabat Sekretaris PUPR Nganjuk.
Di posisi Kepala Dinas PMPTSP, empat nama juga dinyatakan lolos seluruhnya. Dwi Tristanti, golongan IVa, lulusan S1 Manajemen Unibra dan S2 Administrasi Publik Universitas Kadiri, saat ini menjabat Inspektur Pembantu I Inspektorat Nganjuk. Ia akan bersaing dengan Moch. Jainuri, golongan IVb, lulusan S1 Pendidikan Sejarah IKIP Surabaya dan S2 Pendidikan IPS Unisa, yang kini menjabat Sekretaris Disporabudpar Nganjuk.
Selain itu, ada Nugroho, golongan IVb, lulusan S1 Manajemen Pemerintahan Institut Ilmu Pemerintahan Jakarta, yang saat ini menjabat Kabag Perencanaan dan Keuangan pada Asisten Umum Setda Nganjuk. Serta Sudarmono, golongan IVb, lulusan S1 STPDN dan S2 Magister Manajemen STIE Arta Boedhi Iswara Surabaya, yang kini menjabat Inspektur Pembantu bidang penanganan pengaduan masyarakat, investigatif, pencegahan tindak pidana korupsi, dan reformasi di Inspektorat Daerah Nganjuk.
Sementara itu, persaingan pada posisi Kepala BKPSDM juga tak kalah sengit. Agus Heri Widodo, golongan IVb, lulusan S1 Manajemen SDM Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, saat ini menjabat Sekretaris BKPSDM Nganjuk. Ia akan berkompetisi dengan Moch Yudi Arifin, golongan IVa, lulusan S1 Akuntansi Unibra, Profesi Akuntan Kemenkeu, dan S2 Administrasi Negara Unibra, yang kini menjabat Kabid Penunjang RSD Kertosono.
Dua nama lain adalah Nuri Prihandoko, golongan IVa, lulusan S1 Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat IPDN serta S2 Kebijakan Publik Unair, yang saat ini menjabat Camat Ngetos. Dan Sumadi, golongan IVa, lulusan S1 Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan S2 Kesehatan Lingkungan Unair, yang kini menjabat Sekretaris DLH Nganjuk.
Adapun untuk posisi Direktur RSD Nganjuk, empat kandidat berlatar belakang medis bersaing ketat. Selain Isbatuhul Qhoirod, terdapat Erawati Armayani, golongan IVa, lulusan S1 Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dan S2 Spesialis Patologi Klinik Unair, yang kini menjabat Dokter Ahli Madya RSD Nganjuk.
Kemudian Lenny Buana Wuriningtyas, golongan IVb, lulusan S1 Kedokteran Unair dan S2 Ilmu Kesehatan THT Bedah Kepala Leher Unair, yang saat ini menjabat Wakil Direktur Pelayanan RSD Nganjuk. Serta Sentot Priyambodo, golongan IVb, lulusan S1 Kedokteran Unair, yang kini menjabat Dokter Ahli Madya RSD Nganjuk.
Meski tahapan uji kompetensi manajerial dan sosial kultural baru akan dilaksanakan pada 4–5 Mei 2026 di Assessment Center BKD Provinsi Jawa Timur, dinamika persaingan sudah mulai terasa. Isu mengenai kandidat yang berpeluang melaju mulus pun mulai beredar di kalangan internal.
Dari berbagai informasi yang berkembang, peta persaingan di empat posisi mulai mengerucut. Untuk Kepala Dinas PUPR, nama Daans Fritsam Aponno dan Onny Supriyono disebut sebagai kandidat kuat. Di posisi Kepala Dinas PMPTSP, Dwi Tristanti dan Moch. Jainuri dinilai memiliki peluang besar.
Sementara itu, pada jabatan Kepala BKPSDM, Agus Heri Widodo dan Nuri Prihandoko disebut-sebut unggul dalam bursa. Sedangkan untuk posisi Direktur RSD Nganjuk, Isbatuhul Qhoirod dan Lenny Buana Wuriningtyas menjadi dua nama yang paling banyak diperbincangkan.
Namun demikian, semua prediksi tersebut belum menjadi keputusan akhir. Uji kompetensi yang akan datang menjadi penentu utama, sekaligus ujian bagi komitmen transparansi dan objektivitas dalam proses seleksi.
Di tengah derasnya spekulasi, publik berharap seleksi ini benar-benar melahirkan figur terbaik. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya jabatan, melainkan kualitas pelayanan publik dan masa depan tata kelola pemerintahan Kabupaten Nganjuk.
(Ind/AWA)

Komentar