NGANJUK, JAVATIMES – Sebanyak 84 pejabat administrator resmi dilantik melalui mekanisme gabungan daring dan luring dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat, tertib, dan sarat makna. Pelantikan ini menjadi langkah strategis dalam penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja birokrasi agar semakin adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Prosesi pelantikan digelar secara terpusat dengan dukungan sistem digital, menghadirkan pejabat dari berbagai daerah dalam satu forum nasional. Rangkaian acara meliputi pembacaan keputusan, pengambilan sumpah jabatan, hingga penegasan komitmen integritas sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas.
Dalam arahannya, pimpinan menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian tak terpisahkan dari manajemen sumber daya manusia di lingkungan ATR/BPN. Kekosongan jabatan akibat pensiun maupun kebutuhan organisasi menjadi alasan utama dilakukannya pengisian dan pergeseran posisi secara berkelanjutan.
Lebih jauh, ditegaskan bahwa seluruh pejabat wajib siap menjalani rotasi sebagai bagian dari pembinaan karier. Sistem ini dijalankan melalui tiga skema utama, yakni Tour of Duty (perpindahan jabatan), Tour of Area (perpindahan wilayah), dan Tour of Time (pembatasan masa jabatan).
Khusus untuk Tour of Time, kebijakan tegas telah diberlakukan: masa jabatan pejabat, terutama Kepala Kantor, dibatasi maksimal dua tahun. Kebijakan ini kini tidak lagi sebatas konsep. Di wilayah Jawa dan kota-kota besar, implementasinya sudah berjalan nyata.
“Alhamdulillah, untuk wilayah Jawa dan kota-kota besar, sebagian besar pejabat sudah tidak menjabat lebih dari dua tahun,” demikian disampaikan dalam arahan
Salah satu rotasi penting dalam pelantikan ini adalah perpindahan tugas Suwono Budi Hartono, S.SiT., M.M. dari Kabupaten Nganjuk ke Kabupaten Lamongan. Selama menjabat di Nganjuk, ia dikenal mendorong percepatan program strategis serta peningkatan kualitas layanan pertanahan.
Tongkat estafet kepemimpinan di Kabupaten Nganjuk kini dipercayakan kepada Jany Danny Assa, S.T., M.Sc., QRMP. Dengan latar belakang kompetensi dan pengalaman yang dimiliki, ia diharapkan mampu menjaga kesinambungan program sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam pelayanan publik.
Pelantikan ini menegaskan satu hal: birokrasi tidak boleh berjalan di tempat. Rotasi bukan sekadar pergantian posisi, melainkan instrumen untuk memastikan organisasi tetap dinamis, kompetitif, dan mampu menjawab tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
(Ind)

Komentar