Setahun Warsubi-Salman: Jombang Cetak Rekor LTT Tertinggi Sejarah, Surplus Beras Melonjak 100% -->

Javatimes

Setahun Warsubi-Salman: Jombang Cetak Rekor LTT Tertinggi Sejarah, Surplus Beras Melonjak 100%

javatimesonline
01 Maret 2026

JOMBANG, JAVATIMES –  Setahun kepemimpinan Warsubi–Salman di Jombang bukan lagi soal janji politik, melainkan pembuktian lewat data agraria yang rigid. Melalui kombinasi taktis antara kebijakan kepastian harga gabah di angka Rp 6.500 dan program Optimasi Lahan (Oplah) yang agresif, Jombang sukses melampaui target Luas Tambah Tanam (LTT) nasional sekaligus mengamankan surplus pangan yang naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.


Berdasarkan data tahun 2025, LTT padi di Jombang sukses menyentuh angka 86.701 hektar. Angka fantastis ini tidak hanya melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya, tetapi juga melibas target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar 81.251 hektar.


Sinergi Kebijakan dan Semangat Petani


Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Jombang, Much Rony, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kebijakan yang presisi dan tepat sasaran.

"Ini adalah LTT terbesar dalam sejarah pertanian Jombang. Capaian ini menjadi bukti bahwa sinergi antara semangat petani di lapangan dengan program pemerintah berjalan sangat efektif," tegas Rony.


Tiga Kunci Sukses "Tancap Gas"

Setidaknya terdapat tiga faktor utama yang menjadi motor penggerak lonjakan produksi ini:


Optimasi Lahan (Oplah): Seluas 3.311 hektar lahan berhasil dioptimalkan. Berkat dukungan irigasi perpompaan, Indeks Pertanaman (IP) meningkat; lahan yang dulunya hanya panen sekali kini bisa 2 hingga 3 kali tanam setahun.


Kepastian Harga Gabah: Kebijakan Harga Pokok Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram memberikan jaminan keuntungan bagi petani.


Subsidi Pupuk: Penurunan harga dan tambahan alokasi pupuk bersubsidi berhasil menekan biaya produksi di tingkat bawah.


Surplus Beras Melonjak Dua Kali Lipat


Data BPS Jombang menunjukkan angka yang impresif. Dengan total produksi beras mencapai 175.836 ton dan konsumsi daerah sebesar 77.262 ton, Jombang mencatatkan surplus beras sebanyak 98.574 ton.

Angka surplus ini naik tajam dibandingkan tahun 2024 yang berada di posisi 49.342 ton. Hal ini berarti dalam satu tahun kepemimpinan Warsubi-Salman, surplus pangan Jombang melonjak lebih dari 100%.


Modernisasi Lewat 17 Brigade Pangan


Menatap masa depan, Pemkab Jombang juga melakukan regenerasi petani melalui pembentukan 17 Brigade Pangan (BP)—jumlah terbanyak di Jawa Timur. Brigade ini diisi oleh anak muda yang mengoperasikan teknologi pertanian modern, mulai dari traktor roda empat, Combine Harvester, hingga drone pertanian.


"Kami ingin mengubah wajah pertanian. Lewat teknologi dan SDM muda, bertani di Jombang kini menjadi sektor yang keren, modern, dan menjanjikan secara ekonomi," pungkas Rony.





(Gading)