JOMBANG, JAVATIMES – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang terus mempercepat transformasi teknologi di sektor agraris. Melalui kegiatan yang digelar pada 13–14 Januari 2026, sebanyak 13 Brigade Pangan di Kabupaten Jombang resmi menjalani pelatihan intensif pengoperasian drone pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Jogoroto.
Kegiatan ini diikuti oleh 42 peserta yang dipersiapkan menjadi operator profesional. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam memanfaatkan teknologi kedirgantaraan untuk mendukung budidaya tanaman, terutama dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Kuasai Teknis dan Keamanan
Dalam pelatihan tersebut, pihak vendor selaku narasumber membekali peserta dengan materi yang komprehensif. Materi dimulai dari Standar Operasional Prosedur (SOP) dasar, pemasangan implement, hingga proses kalibrasi yang krusial untuk memastikan akurasi penyemprotan.
"Materi disampaikan secara sistematis agar peserta tidak hanya mahir menerbangkan alat, tetapi juga paham aspek keselamatan kerja dan pemeliharaan alat agar masa pakai drone lebih panjang," tulis salah satu PPL jombang
Praktik Lapangan untuk Kemandirian Operator
Tidak hanya teori, para peserta juga langsung terjun ke lahan BPP Jogoroto untuk melakukan praktik terbang. Di bawah bimbingan instruktur, satu per satu operator mencoba mengendalikan drone untuk menyimulasikan penyemprotan di lahan pertanian.
Langkah ini diambil agar setiap Brigade Pangan yang telah menerima bantuan fasilitas drone dapat segera memberikan layanan jasa kepada petani secara mandiri dan profesional.
Efisiensi dan Peningkatan Produksi
Pemanfaatan drone diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi efisiensi pertanian di Jombang, di antaranya:
- Kecepatan: Penanganan hama yang jauh lebih cepat dibanding metode manual.
- Akurasi: Dosis pestisida atau pupuk cair menjadi lebih tepat sasaran (presisi).
- Efisiensi: Menghemat penggunaan air dan tenaga kerja di lapangan.
Melalui digitalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Jombang optimis dapat terus menekan kerugian akibat serangan OPT serta mendorong produktivitas pangan nasional secara berkelanjutan.
(Gading)

Komentar