Klarifikasi Yayasan Putra Abdi Nusantara Atas Temuan Ulat di MBG SMAN 1 Patianrowo. -->

Javatimes

Klarifikasi Yayasan Putra Abdi Nusantara Atas Temuan Ulat di MBG SMAN 1 Patianrowo.

javatimesonline
16 Januari 2026

NGANJUK, JAVATIMES - Menanggapi pemberitaan di media JAVATIMES dengan judul "Dari Dapur SPPG Ke SMAN 1 Patianrowo: Ulat Hidup Masuk Ompreng MBG, Penanggungjawab Yayasan Putra Abdi Nusantara, Ida setyo wahyu, memberikan klarifikasi. Ia membenarkan adanya temuan ulat pada salah satu porsi makanan. Menurutnya, kejadian itu terjadi bukan pada lauk atau nasi, melainkan pada buah naga yang turut disertakan dalam paket MBG.


"Dari 1.159 buah yang kami bagikan di SMAN 1 Patianrowo ada satu buah naga yang ternyata terlalu matang. Mungkin sekilas tampak bagus, tetapi setelah dimasukkan dalam ompreng ternyata kondisinya kurang baik,” jelas Ida, Jumat (16/1/2026)


Ia juga menegaskan dalam sambungan seluler klarifikasinya ke pihak Redaksi JAVATIMES menegaskan, hasil investigasi internal menunjukkan bahwa ulat yang ditemukan berasal dari buah yang terlalu matang, bukan dari olahan makanan utama.


Disamping itu, ia juga mengatakan, bahwa makanan yang diterima siswa dan ditemukan adanya ulat, dipastikan belum dikonsumsi dan langsung di ganti dengan makanan yang sangat layak dikonsumsi. 


“Saya sebagai Penanggungjawab yayasan menyampaikan agar masyarakat tidak perlu resah. Kami sudah melakukan pengecekan, dan dipastikan ulat berasal dari buah naga yang terlalu matang,” ujarnya.


Pengecekan MBG menurutnya juga telah dilakukan oleh pihak Yayasan ke SMAN 1 Patianrowo sehari setelah ditemukan ulat dalam Ompreng (Rabu, 13/1/2026).


"Pengecekan langsung ke TKP ini, adalah bentuk tanggungjawab kami dalam menghadirkan makan bergizi gratis yang benar-benar sehat, bernutrisi dan layak dikonsumsi," urainya. 


"Dan disana kami juga mendapatkan sambutan positif dari siswa SMAN 1 Patianrowo atas tanggungjawab kami yang cepat tanggap atas kejadian tersebut," jelasnya lagi. 


Selain itu Ida juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan berkomitmen untuk memperketat pengawasan dalam penyediaan makanan MBG.


“Kedepannya, tentu persoalan gizi dan kebersihan akan lebih diperhatikan, terutama dalam pemilihan buah segar agar hal seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan inisiatif yang bertujuan untuk meningkatkan gizi siswa sekaligus meringankan beban ekonomi orang tua. Yayasan Putra Abdi Nusantara menjadi salah satu lembaga yang dipercaya untuk menyalurkan makanan bergizi di sejumlah sekolah, termasuk SMAN 1 Patianrowo.


Meski secara umum program ini mendapat apresiasi dari masyarakat, insiden temuan ulat tersebut menimbulkan kekhawatiran terkait aspek pengawasan mutu. Sejumlah orang tua khususnya yang melalui Yayasan Putra Abdi Nusantara tidak usah cemas dan resah, karena kejadian serupa dipastikan tidak akan terulang lagi. 



Hingga kini, pembagian MBG tetap berjalan seperti biasa. Pihak sekolah dan yayasan berjanji akan meningkatkan koordinasi agar makanan yang diterima siswa benar-benar layak konsumsi, sehat, dan bergizi sesuai tujuan program.








 (Ind)