Dinsos PPPA Nganjuk Salurkan BLT DBHCHT Sebesar Rp 1 Miliar, Bagi Buruh Pabrik Rokok Lintas Wilayah -->

Javatimes

Dinsos PPPA Nganjuk Salurkan BLT DBHCHT Sebesar Rp 1 Miliar, Bagi Buruh Pabrik Rokok Lintas Wilayah

javatimesonline
14 Desember 2025

 

Bupati Marhaen Djumadi didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk dan Kepala Dinsos PPPA menyerahkan BLT yang bersumber dari anggaran DBHCHT

NGANJUK, JAVATIMES - Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 618 buruh pabrik rokok lintas wilayah dan 222 buruh tani tembakau bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025.


Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko menyebut, bantuan ini merupakan upaya dalam mengantarkan masyarakat Nganjuk ke arah yang lebih sejahtera. Sehingga ke depan sudah tidak ada lagi warga Nganjuk yang kondisinya kurang mampu.

"Bantuan sosial ini dikhususkan bagi warga Nganjuk yang bekerja di pabrik rokok di luar daerah, seperti Kediri, Tulungagung, Bojonegoro Surabaya dan sebagainya," ujar Haris di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Pemkab Nganjuk, Minggu, (14/12/2025).


Haris juga mengatakan, nilai bantuan sosial ini, nilainya sama dengan yang disalurkan kepada 4595 buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau yang berasal dan bekerja di Kabupaten Nganjuk pada 12 Oktober 2025 lalu.

"Anggaran BLT DBHCHT sebesar Rp1 miliar lebih ini dibagikan kepada 840 penerima manfaat. Untuk setiap penerima manfaat akan menerima bantuan stimulan sebesar Rp.1.200.000," jelasnya.

Penyaluran BLT kepada 618 buruh pabrik rokok lintas wilayah dan 222 buruh tani tembakau bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025

Sementara Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya lebih menekankan pada pemanfaatan bantuan stimulus, yang mana ia berpesan agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan yang paling mendesak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga masing-masing.

"Karena tujuan penyaluran BLT ini tak lain untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja pabrik rokok dan keluarganya. Lebih khusus lagi, membantu kebutuhan anak-anak yang masih sekolah," pesannya.


Lebih lanjut, Marhaen juga memastikan kalau seluruh penerima bantuan telah melalui proses pendataan yang detail dan ketat, sejalan dengan pengawasan yang dilakukan Kementerian Keuangan terhadap penyaluran DBHCHT.

“Yang dibantu Pemkab Nganjuk saat ini adalah pekerja lintas wilayah, dan semua penerimanya sudah melalui pendataan yang rigid,” tegasnya. 




(Ind)