Dari BKN Jakarta, Kang Marhaen Kenalkan Corpu Anjuk Ladang sebagai Masa Depan Pengembangan ASN -->

Javatimes

Dari BKN Jakarta, Kang Marhaen Kenalkan Corpu Anjuk Ladang sebagai Masa Depan Pengembangan ASN

javatimesonline
28 Juli 2026

 
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat memberi pemaparan di kantor BKN

JAKARTA, JAVATIMES – Di balik pelayanan publik yang semakin cepat, birokrasi yang profesional, dan tata kelola pemerintahan yang modern, terdapat sebuah sistem yang bekerja jauh sebelum seorang aparatur sipil negara (ASN) menduduki jabatan strategis. Sistem itulah yang kini tengah dibangun serius oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Corpu Anjuk Ladang, sebuah ekosistem pengembangan kompetensi ASN yang menjadi bagian penting dalam implementasi Manajemen Talenta berbasis Sistem Merit.


Bukan sekadar platform pembelajaran, Corpu Anjuk Ladang dirancang sebagai GPS digital yang memandu perjalanan karier setiap ASN. Melalui sistem tersebut, arah pengembangan kompetensi hingga jenjang karier tidak lagi bergantung pada senioritas maupun faktor subjektif, melainkan ditentukan berdasarkan kompetensi, integritas, kinerja, rekam jejak, dan potensi yang terdokumentasi secara digital.


Konsep tersebut dipaparkan Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A. saat mengikuti Ekspose Manajemen Talenta ASN di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, Jakarta.


Ekspose dipimpin langsung Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh, didampingi Deputi Bidang Pembinaan Manajemen ASN Herman, Direktur Pengembangan Talenta dan Karier ASN Samsul Hidayat, serta Kepala Kantor Regional II BKN Soni Sultana. Sejumlah kepala daerah bersama BKD/BKPSDM dari berbagai daerah di wilayah kerja Kanreg II BKN turut mengikuti forum tersebut.


Di hadapan jajaran BKN, Kang Marhaen menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Nganjuk tengah melakukan transformasi besar dalam pengelolaan sumber daya aparatur. Pola birokrasi konvensional yang selama ini identik dengan senioritas mulai bergeser menuju sistem merit yang profesional, objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.


Perubahan itu diwujudkan melalui Corpu Anjuk Ladang yang dikelola BKPSDM Kabupaten Nganjuk sebagai pusat pembelajaran sekaligus pengembangan talenta ASN secara terintegrasi.


Melalui pendekatan tersebut, proses belajar ASN tidak lagi hanya bertujuan memenuhi kewajiban jam pelajaran, tetapi menjadi bagian dari strategi organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pengembangan kompetensi individu diselaraskan dengan sasaran perangkat daerah, pembangunan Kabupaten Nganjuk, hingga mendukung agenda pembangunan nasional.


Sebagai bagian dari implementasi Manajemen Talenta, Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah menyiapkan berbagai instrumen pendukung, mulai dari regulasi daerah, pembentukan tim pengelola dan komite talenta, pelaksanaan assessment ASN, pembangunan aplikasi digital, hingga penyusunan peta talenta berbasis kompetensi dan kinerja.


Salah satu fitur utama Corpu Anjuk Ladang adalah analisis kesenjangan kompetensi (gap analysis). Saat ASN mengakses dashboard, sistem secara otomatis menghitung tingkat pemenuhan kompetensi sekaligus memetakan kesenjangan yang dimiliki berdasarkan kategori mutlak, penting, maupun perlu.


Melalui analisis tersebut, setiap ASN dapat mengetahui secara jelas kompetensi apa saja yang harus ditingkatkan sehingga proses pengembangan karier dilakukan secara lebih terarah, objektif, dan berbasis data.


Hasil analisis tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi (AKPK) sebagai dasar penyusunan Individual Development Plan (IDP) bagi setiap ASN secara terstruktur. Sistem secara otomatis merekomendasikan jenis pelatihan, pendidikan, maupun sertifikasi yang paling sesuai untuk menutup kesenjangan kompetensi masing-masing ASN.


Seluruh proses tersebut didukung oleh aplikasi Corpu Anjuk Ladang yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi ASN (SIASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Integrasi ini memungkinkan data pengembangan kompetensi, riwayat pembelajaran, hingga perkembangan karier ASN tersinkronisasi secara akurat dan berkelanjutan.


Melalui IDP, setiap ASN memiliki peta jalan pengembangan kompetensi yang jelas, lengkap dengan target, tahapan, serta waktu pelaksanaan yang harus dicapai. Dengan demikian, pengembangan karier tidak lagi dilakukan berdasarkan perkiraan, tetapi mengacu pada kebutuhan kompetensi yang terukur.


Ekosistem Corpu Anjuk Ladang juga dilengkapi berbagai fitur pendukung, mulai dari pendaftaran pelatihan, jurnal pengembangan kompetensi (bankom), absensi kegiatan, hingga penyimpanan sertifikat digital yang dapat diakses kapan saja. Seluruh proses pembelajaran terdokumentasi dalam satu sistem sehingga memudahkan ASN maupun instansi dalam melakukan monitoring dan evaluasi.


Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi individu, Corpu Anjuk Ladang juga mencatat rekam jejak penugasan tim setiap ASN. Seluruh keterlibatan pegawai dalam tim internal maupun lintas perangkat daerah terdokumentasi sebagai bagian dari profil talenta.


Rekam jejak tersebut menjadi bukti nyata bahwa penilaian ASN tidak hanya didasarkan pada sertifikat pelatihan, tetapi juga pengalaman bekerja, kemampuan berkolaborasi, memimpin tim, dan menyelesaikan berbagai program pemerintahan. Dengan demikian, setiap penugasan turut membentuk profil talenta ASN sebagai dasar pengembangan karier di masa mendatang.


Menurut Kang Marhaen, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menjalankan roda pemerintahan.

"Kami ingin memastikan setiap ASN di Kabupaten Nganjuk memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kompetensi, integritas, dan prestasi kerja. Manajemen Talenta bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi menjadi komitmen kami membangun birokrasi yang profesional, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, serta mampu menjawab tantangan zaman. Ketika ASN berkualitas, pelayanan kepada masyarakat pun akan semakin berkualitas," ujar Kang Marhaen.


Ia menambahkan, persetujuan penerapan Manajemen Talenta dari BKN menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Nganjuk untuk terus memperkuat Sistem Merit.

"Kepercayaan ini adalah amanah. Kami akan terus memperkuat Sistem Merit sehingga birokrasi di Nganjuk semakin adaptif, transparan, inovatif, dan mampu melahirkan pemimpin-pemimpin birokrasi terbaik demi kemajuan Kabupaten Nganjuk," tambahnya.


Komitmen tersebut mendapat pengakuan dari BKN. Sehari setelah pelaksanaan ekspose, Kepala BKN menerbitkan Keputusan Nomor 812 Tahun 2026 tentang Persetujuan Penerapan Manajemen Talenta di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.


Melalui keputusan tersebut, BKN secara resmi menyetujui penerapan Manajemen Talenta sebagai dasar pengembangan karier ASN di Kabupaten Nganjuk. Sistem tersebut harus dijalankan secara objektif, terencana, terbuka, akuntabel, bebas intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.


Sebelum memperoleh persetujuan tersebut, Kabupaten Nganjuk telah melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari penyusunan regulasi Manajemen Talenta, studi tiru ke sejumlah daerah, pembangunan aplikasi pendukung, penyelenggaraan assessment center, hingga meraih Anugerah Meritokrasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dengan predikat Baik.


Saat ini Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengelola sekitar 12.740 ASN, terdiri atas CPNS, PNS, serta PPPK penuh waktu maupun paruh waktu. Jumlah tersebut menjadi modal besar dalam membangun birokrasi profesional apabila seluruh potensi ASN dapat dipetakan dan dikembangkan secara tepat melalui sistem yang terintegrasi.


Keikutsertaan Kabupaten Nganjuk dalam Ekspose Manajemen Talenta juga menempatkan daerah ini sebagai salah satu dari 22 instansi pemerintah di Indonesia yang telah menyelesaikan tahapan ekspose implementasi Manajemen Talenta.


Bagi masyarakat, reformasi birokrasi mungkin tidak selalu terlihat secara kasat mata. Namun di balik setiap pelayanan yang semakin cepat, keputusan yang semakin tepat, dan aparatur yang semakin profesional, terdapat sistem yang terus dibangun secara serius.


Melalui Corpu Anjuk Ladang, Pemerintah Kabupaten Nganjuk tidak sekadar menghadirkan platform pembelajaran digital, melainkan membangun sebuah ekosistem pengembangan karier ASN yang terintegrasi, terukur, dan berbasis data. Sistem ini memastikan setiap aparatur memiliki arah pengembangan yang jelas, kesempatan yang setara untuk berkembang, serta rekam jejak kompetensi yang terdokumentasi dengan baik. Dari ruang rapat BKN di Jakarta, Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya membangun birokrasi masa depan yang profesional, adaptif, dan mampu melahirkan talenta-talenta terbaik untuk memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.




(AWA)