
Petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api
NGANJUK, JAVATIMES – Suasana di Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, mendadak berubah panik pada Sabtu (26/9/2026) sore. Api muncul dari bagian kandang sapi yang berada di belakang rumah milik KM, warga setempat, sebelum kemudian membesar dan merembet ke bangunan rumah.
Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 17.40 WIB. Saat kejadian, KM diketahui sedang berada di sawah untuk mencari pakan sapi.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh RA, warga yang hendak pergi ke mushola tak jauh dari rumahnya. Dalam perjalanan, RA melihat KW berada di sekitar rumah KM.
Menurut keterangan yang diterima kepolisian, KW kemudian berjalan cepat menuju jalan protokol Desa Kedungombo. Tak lama berselang, ketika RA melintas di sekitar lokasi, api sudah terlihat menyala pada bagian kandang sapi yang menempel di belakang rumah korban.
RA kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan melalap seluruh isi kandang sebelum merembet ke bangunan rumah.
Warga yang berdatangan berupaya menyelamatkan barang dan hewan ternak. Dua ekor sapi yang berada di dalam kandang berhasil dievakuasi sehingga terhindar dari kobaran api.
Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Warujayeng dan petugas pemadam kebakaran Kecamatan Tanjunganom. Petugas bersama warga kemudian melakukan upaya pemadaman.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.45 WIB.
Akibat kejadian tersebut, bangunan rumah dan kandang beserta isinya mengalami kerusakan. Kerugian material sementara ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi saat dikonfirmasi pada Minggu (27/9/2026) pagi menyampaikan bahwa kepolisian masih mendalami peristiwa tersebut.
Dalam laporan awal, polisi menerima keterangan mengenai dugaan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran tersebut. Dugaan itu berkaitan dengan keberadaan KW di sekitar lokasi sebelum api diketahui menyala.
KW diketahui merupakan kakak kandung KM dan tinggal berdekatan dengan korban. Polisi juga menerima informasi bahwa keduanya sama-sama hidup seorang diri.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses pendalaman. Dari keterangan awal yang kami terima, terdapat dugaan kebakaran tersebut dilakukan dengan sengaja. Namun, tentunya hal tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses penyelidikan,” ujar AKP Fajar Kurniadi.
Polisi juga mendalami informasi mengenai dugaan upaya pembakaran sebelumnya yang disebut pernah terjadi sebanyak dua kali.
Terkait kondisi KW, polisi menerima informasi dari lingkungan sekitar mengenai adanya riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani pengobatan. Informasi tersebut menjadi bagian dari latar belakang yang turut didalami dalam penanganan perkara.
“Yang bersangkutan menurut keterangan masyarakat sekitar memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah mendapatkan pengobatan. Tetapi kondisi tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan mengenai penyebab maupun tanggung jawab dalam peristiwa ini. Polisi tetap melakukan pemeriksaan dan pendalaman berdasarkan fakta serta bukti yang ditemukan,” jelasnya.
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran, kronologi secara utuh, serta ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
(Tim)

Komentar