Marsinah Kini Abadi: Presiden Prabowo Akan Resmikan Museum Perjuangan Buruh di Nganjuk -->

Javatimes

Marsinah Kini Abadi: Presiden Prabowo Akan Resmikan Museum Perjuangan Buruh di Nganjuk

javatimesonline
02 Mei 2026
Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan Museum Marsinah 

NGANJUK, JAVATIMES -- Langit pagi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, seakan menyimpan harapan baru. Di desa yang tenang ini, sebuah jejak sejarah besar tengah dipersiapkan untuk dikenang lintas generasi. Sebuah museum yang bukan sekadar bangunan, melainkan simbol perjuangan, keberanian, dan suara keadilan yang dinamakan Museum Marsinah.


Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan datang langsung ke Nganjuk pada bulan Mei 2026 untuk meresmikan museum tersebut. Kepastian itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).

“Bulan ini juga saya akan berangkat ke Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur untuk meresmikan museum perjuangan buruh yang diberi nama Museum Marsinah,” ujar Prabowo di hadapan ribuan buruh yang memadati kawasan ibu kota.

 

Museum ini menjadi bentuk penghormatan negara terhadap sosok Marsinah, seorang aktivis buruh yang kisah hidupnya menjadi simbol keberanian melawan ketidakadilan. Kini, namanya tidak hanya dikenang, tetapi juga diabadikan sebagai sumber pembelajaran dan inspirasi.


Pengakuan negara terhadap jasa Marsinah semakin kuat setelah ia resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2025. Penganugerahan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 116/TK Tahun 2025.


Momentum ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga membawa kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Nganjuk. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang akrab disapa Kang Marhaen, menyambut hangat rencana kunjungan Presiden tersebut.

“Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi kami, masyarakat Nganjuk. Museum Marsinah bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga ruang edukasi bagi generasi muda agar memahami arti perjuangan, keadilan, dan kemanusiaan,” ujar Kang Marhaen.

 

Ia memastikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan dengan maksimal. Museum Marsinah, kata dia, kini telah siap diresmikan dan diharapkan menjadi destinasi edukatif yang mampu menarik perhatian masyarakat luas.

“Kami sudah siapkan semuanya. Insyaallah Museum Marsinah siap diresmikan. Harapan kami, tempat ini bisa menjadi pusat pembelajaran sekaligus inspirasi bagi anak-anak muda agar tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa,” tambahnya.


Lebih dari sekadar peresmian, kehadiran Presiden di Desa Nglundo menjadi penanda bahwa kisah Marsinah tidak lagi terpinggirkan oleh waktu. Ia kini berdiri tegak sebagai bagian dari narasi besar Indonesia tentang keberanian, pengorbanan, dan harapan akan masa depan yang lebih adil.


Di tanah sederhana tempat ia pernah berpijak, nama Marsinah kini bersinar lebih terang. Dan dari Nganjuk, semangat itu akan terus hidup, mengalir, dan menginspirasi Indonesia.



(AWA)