Gaji Guru PNS Tinggal Rp30 Ribu, Istri dan Dua Anak Ditinggal Tanpa Nafkah -->

Javatimes

Gaji Guru PNS Tinggal Rp30 Ribu, Istri dan Dua Anak Ditinggal Tanpa Nafkah

javatimesonline
18 Januari 2026

Ilustrasi guru PNS di Kabupaten Nganjuk (AI)

NGANJUK, JAVATIMES — Di balik statusnya sebagai guru PNS di salah satu SMP Negeri di Kecamatan Nganjuk, DR (41) kini disorot setelah sang istri, FK (27), mengungkap dugaan penelantaran keluarga, manipulasi keuangan, hingga ancaman penculikan. Selama lebih dari satu tahun pisah rumah, FK mengaku tak pernah menerima nafkah sepeser pun, meski harus menghidupi dua anak yang masih balita.

“Dulunya sempat tinggal bersama, terus karena ada suatu masalah kita pisah rumah, terus sampai sekarang enggak dinafkahi. Terus saat saya proses pisah itu kayak gantung gitu,” ucap FK.

 

Pisah rumah itu terjadi sejak Oktober 2024. FK menyebut awalnya hanya kesalahpahaman yang dipicu kabar dari tetangga mengenai keberadaan DR di kawasan Guyangan, eks lokalisasi yang lama dikenal di Kabupaten Nganjuk. Kabar itu sampai ke orang tua FK dan memicu percekcokan.

“Niatnya kan cuma dibilang keluar sebentar biar di rumah itu enggak emosi gitu. Tapi ngiranya dia itu ngusir gitu,” urainya.


DR kemudian memilih ngekos. FK sempat mencoba membangun kembali rumah tangga dengan mengikuti DR, namun justru mendapat perlakuan yang merendahkan.

“Aku lo pegawai gitu, kamu ikut aku, balik sama aku berarti kamu gak bisa kalau hidup sendiri, digitukan saya,” kata FK menirukan ucapan suaminya.


Sejak kembali ke rumah orang tuanya, FK mengaku benar-benar ditelantarkan. Tidak ada nafkah untuk istri maupun dua anaknya—yang pertama hampir berusia dua tahun, dan yang kedua baru delapan bulan.

“Sampai sekarang enggak ngasih apa-apa,” tegasnya.


Ironinya, di tengah alasan ketidakmampuan memberi nafkah, FK mengungkap fakta mengejutkan. DR diduga memiliki rumah dan mobil, namun bukan atas nama sendiri.

“Gajinya itu dihabiskan biar tidak bisa nafkahi anak gitu loh,” ungkap FK.


Dalam pertemuan dengan Bupati Nganjuk dan jajaran Dinas Pendidikan, DR sempat berjanji memberi nafkah dan menyerahkan ATM. Namun realitasnya, saldo ATM tersebut hanya berisi Rp30 ribu.

“Katanya mau dikasih saya, ternyata ATM-nya isinya cuma Rp30.000. Itu belum saya terima,” ujarnya.


Belakangan terungkap, gaji DR habis untuk membayar pinjaman di salah satu bank. FK bahkan menduga tanda tangannya dipalsukan untuk pinjaman tersebut.

“Tanda tangan saya itu dipalsu,” kata FK.


Tak hanya penelantaran, FK juga mengaku menerima ancaman.

“Kemarin itu sempat mengancam kalau saya mau diculik gitu… melalui pesan WhatsApp,” bebernya.


Meski bekerja dan membuka bimbingan belajar demi menyambung hidup, FK menegaskan kewajiban ayah tak bisa dihapus.

“Kalau nafkah anak itu saya kira wajib ya, meskipun saya sudah bekerja, tapi kan sebagai seorang bapak kan tidak ada mantan anak,” tegas FK.


Hingga berita ini diturunkan, DR tidak memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi yang dikirim ke nomor WhatsApp-nya tak berbalas. Kuat dugaan, nomor kontributor JAVATIMES telah diblokir.



(AWA)