JOMBANG, JAVATIMES – Mantan Direktur RSUD Jombang, yang kini menjabat kembali sebagai direktur RSUD Jombang dr. Puji Umbaran, akhirnya buka suara menanggapi sorotan publik soal rekam jejak kelamnya saat memimpin rumah sakit pelat merah tersebut. Dalam konfirmasinya, Puji mengumbar kembali janji-janji manis: menjadikan RSUD Jombang sebagai rumah sakit rujukan setara tipe A, membangun fisik dan alat kesehatan, memperkuat tenaga medis, serta mengunggulkan layanan kardiovaskular, trauma center, maternal-neonatal, hingga penyakit tropis.
Puji bahkan berkoar soal membangun teamwork solid dan optimisme meningkatkan PAD rumah sakit. “Insyaallah dengan penguatan tim ini, rumah sakit Jombang akan melaju kencang mewujudkan impian kita,” ucap Puji penuh retorika.
Namun, pernyataan itu justru dipatahkan mentah-mentah oleh pengamat kesehatan sekaligus praktisi hukum, dr. Solikin Rusli. Menurutnya, semua yang disampaikan Puji bukanlah hal baru.
“Kalau masalah rumah sakit rujukan itu ya dari dulu memang RSUD Jombang sudah jadi rumah sakit rujukan. Bahkan ruangannya sering penuh. Jadi apa yang dia sampaikan itu tidak ada yang baru, hanya mengulang-ulang,” tegas Solikin.
Lebih jauh, Solikin menyebut pernyataan Puji sebagai bentuk alarm aktif belaka,hanya peringatan kosong tanpa terobosan nyata. Ia bahkan menyinggung soal jabatan yang kini kembali dipegang Puji.
“Apa yang dia sampaikan itu juga menunjukkan bahwa jabatan ini memang dia minta sendiri. Bukan ditunjuk penuh oleh Bupati. Artinya, sejak awal memang keinginannya sendiri untuk kembali. Jadi jangan seolah-olah ini murni kebutuhan sistem dan yang perlu digaris bawahi lagi bahwa Kata meminta sebagai direktur RSUD menunjukkan bahwa jobfit hanya formalitas, jabatan bisa di intervensi dan di negoisasi,"tambahnya.
Publik pun semakin meragukan kredibilitas Puji. Pasalnya, selama 8 tahun lebih memimpin RSUD Jombang, mimpi-mimpi itu tak pernah terwujud. Layanan tetap dikeluhkan, manajemen dinilai bobrok, bahkan sempat mencoreng nama RSUD dengan insiden penghalangan kerja wartawan.
Kini, ketika kembali bicara soal “mimpi tertunda”, masyarakat menilai janji Puji hanyalah narasi usang, Pertanyaannya, apakah RSUD Jombang akan benar-benar berubah, atau sekadar kembali dijadikan panggung retorika?
(Gading)

Komentar