352 Anak Ikut Sunat Massal di Pendopo Nganjuk: Simbol Gotong Royong dan Kerakyatan -->

Javatimes

352 Anak Ikut Sunat Massal di Pendopo Nganjuk: Simbol Gotong Royong dan Kerakyatan

javatimesonline
28 Agustus 2025
Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar acara sunat massal di Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo pada Kamis Pahing (28/8/2025)
NGANJUK, JAVATIMES -- Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar acara sunat massal di Pendopo K.R.T Sosro Koesoemo pada Kamis Pahing (28/8/2025). Acara ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan juga simbol semangat gotong royong dan kerakyatan.

Tercatat 352 anak dari berbagai daerah ikut serta, tidak hanya dari Nganjuk, tetapi juga dari Madura, Sidoarjo, dan Malang. Semua peserta lebih dulu menjalani skrining kesehatan, memastikan pelaksanaan sunat massal berjalan aman dan nyaman.

Yang menarik, kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD. Seluruh pembiayaan murni hasil gotong royong berbagai pihak yang menyumbangkan tenaga, pikiran, dan dana. Hal ini sekaligus menegaskan kuatnya tradisi kebersamaan masyarakat Nganjuk.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas antusiasme masyarakat. 
“Pendopo ini adalah rumah rakyat. Kami ingin semua merasakan bahwa pendopo terbuka bagi siapa pun, bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga pusat kebersamaan. Sunat massal ini menjadi bukti nyata bahwa dengan gotong royong, kita bisa menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat tanpa harus bergantung pada APBD,” ujarnya.

Filosofi Penyelenggaraan
Pemilihan waktu Kamis Pahing bukan tanpa alasan. Dari aspek keagamaan, Kamis identik dengan amalan puasa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, dipercaya membawa keberkahan.

Dari sisi kenegaraan, pelaksanaan yang bertepatan dengan rangkaian peringatan 17 Agustus diharapkan menanamkan semangat kemerdekaan pada generasi muda. 

Sementara dari budaya Jawa, hari Pahing diyakini memiliki nilai keberkahan yang tinggi.

Tak hanya itu, acara juga diisi dengan tumpengan dan jenang sengkala, sebagai wujud syukur sekaligus melanjutkan api perjuangan para pahlawan kemerdekaan.

Fasilitas untuk Peserta
Setiap anak yang mengikuti sunat massal mendapatkan bingkisan istimewa berupa kopiah, baju, sarung, uang saku, serta hadiah khusus. Suasana semakin meriah karena bagi banyak anak, pengalaman disunat di pendopo bersejarah ini menjadi momen tak terlupakan.

Agenda Kerakyatan
Kegiatan ini menegaskan kembali visi pemerintah daerah menjadikan pendopo sebagai simbol keterbukaan dan rumah rakyat. Tahun 2023 lalu, pendopo juga pernah menjadi saksi acara nikah massal, dan kini giliran sunat massal yang digelar dengan penuh makna.

Bupati Marhaen juga menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap ide-ide kreatif masyarakat. 
“Kalau antusiasme masyarakat dan para donatur tetap tinggi, kita bisa menjadikan sunat massal ini agenda tahunan. Bahkan, pendopo akan selalu terbuka untuk kegiatan lain yang bermanfaat, termasuk ide-ide dari masyarakat maupun media. Inilah wujud nyata bahwa pemerintah hadir bersama rakyat,” pungkasnya.



(Adv/Ngk)