Stop Komersialisasi Pendidikan! Disdik Nganjuk Siap Tindak Faksi Bisnis Sekolah -->

Javatimes

Stop Komersialisasi Pendidikan! Disdik Nganjuk Siap Tindak Faksi Bisnis Sekolah

javatimesonline
04 November 2026

 
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto

NGANJUK, JAVATIMES — Peringatan keras sekaligus gebrakan visioner dilayangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk di bawah komando sang kepala dinas, Puguh Harnoto, S.STP., M.M. 


Di tengah dinamika pendidikan daerah, Disdik Nganjuk mempertegas taringnya dengan menutup rapat celah segala bentuk komersialisasi dan praktik "bisnis sekolah" yang mencekik wali murid, sekaligus mengarahkan kemudi pendidikan Kota Anjuk Ladang menuju era keemasan yang berprestasi, beretika, dan berakar kuat pada budaya lokal.


​Langkah tegas ini diambil bukan tanpa alasan. Disdik Nganjuk memandang bahwa institusi pendidikan negeri murni berfungsi sebagai rumah pembentukan intelektualitas dan karakter bangsa, alih-alih dialihfungsikan menjadi arena transaksi finansial terselubung.

​

Komersialisasi Sekolah Cederai Marwah Pendidikan

​Puguh Harnoto dengan lantang menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi oknum-oknum yang mencoba mencari keuntungan sepihak di lingkungan satuan pendidikan, baik berkedok jual-beli atribut, seragam, maupun sumbangan wajib yang memberatkan.

​"Prinsip dasar layanan pendidikan negeri adalah memberikan akses yang seluas-luasnya dan seadil-adilnya bagi masyarakat tanpa beban finansial yang tidak sesuai aturan. Sekolah adalah rumah penyemaian karakter dan ilmu pengetahuan, bukan wadah transaksi bisnis," urainya. 


"Maka, apabila ada oknum atau lembaga yang mencoba membebani wali murid dengan jual-beli maupun pungutan terselubung, kami tidak akan ragu melakukan evaluasi dan sanksi tegas!" tegas Puguh Harnoto pada JAVATIMES. 

​

Rasionalisasi Kebijakan pemerintah : Menyelamatkan Hak Belajar Anak Negeri

​

Sikap tegas Disdik Nganjuk ini didasari oleh pertimbangan rasional yang fundamental demi melindungi masa depan generasi muda di Nganjuk :

​

1. Menangkal Ancaman Putus Sekolah 

Pungutan liar dan beban biaya di luar ketentuan kerap menjadi momok bagi keluarga prasejahtera, yang berujung pada menurunnya motivasi hingga ancaman putus sekolah.

​

2. Menjamin Kepastian Hak Konstitusional

Operasional sekolah telah disokong penuh oleh anggaran negara melalui Dana Operasional Sekolah (BOS). Karenanya, tidak ada dalih rasional bagi sekolah untuk membebani finansial secara sepihak.

​

3. Menjaga Integritas Birokrasi Pendidikan

Praktik bisnis terselubung terbukti menggerus objektivitas pendidik dan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap marwah institusi sekolah.

​

Kacamata Inklusivitas : Menjamin Kesetaraan Gender Tanpa Sekat Ekonomi

​

Pembersihan praktik bisnis sekolah ini membawa implikasi besar terhadap kesetaraan gender di sektor pendidikan :

​

1. Keadilan Akses bagi Anak Perempuan

Dalam krisis ekonomi keluarga, anak perempuan kerap menjadi pihak yang rentan dikorbankan jika biaya sekolah membengkak. Dengan jaminan bebas pungutan, hak belajar anak laki-laki dan perempuan dilindungi secara setara tanpa diskriminasi.

​

2. Budaya Inklusif dan Anti-Stigmatisasi

Disdik Nganjuk mendorong sekolah menciptakan ekosistem responsif gender, mulai dari ruang kepemimpinan siswa yang setara di organisasi sekolah hingga penguatan kurikulum pencegahan diskriminasi dan perundungan (bullying).


​Pendidikan Berprestasi, Beretika, dan Mengakar pada Budaya Nganjuk

Tidak sekadar mengejar angka kecerdasan intelektual, Puguh Harnoto juga akan mendorong transformasi mutu pendidikan yang holistik melalui integrasi nilai moral dan identitas lokal seperti :

• Pendidikan Berprestasi dan Beretika 

Sekolah di Nganjuk digembleng untuk melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik maupun kompetensi sains, namun tetap dibalut dengan keluhuran etika, tata krama, serta integritas moral yang kuat.

​

• Mengangkat Akar Budaya Lokal (Anjuk Ladang)

Disdik Nganjuk berkomitmen mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam ruang belajar. 


Disini, nilai-nilai historis, kesenian tradisional, dan karakter kepahlawanan lokal khas Nganjuk diselipkan dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun muatan lokal, agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budaya tanah kelahirannya.

​

Ke depan, Disdik Nganjuk memastikan pengawasan berkala dan sanksi disiplin bakal terus digencarkan. Langkah progresif ini diyakini mampu membersihkan ekosistem pendidikan Nganjuk sekaligus melahirkan generasi emas yang cerdas secara akademik, beretika luhur, dan bangga pada identitas budayanya. 



(Ind)