Pertahankan Predikat Tertinggi, Bupati Nganjuk Kawal Langsung Verifikasi PUG oleh KemenPPPA -->

Javatimes

Pertahankan Predikat Tertinggi, Bupati Nganjuk Kawal Langsung Verifikasi PUG oleh KemenPPPA

javatimesonline
30 Oktober 2026

 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mengikuti kegiatan Verifikasi Lapangan (Verlap) secara daring (virtual) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA)

NGANJUK, JAVATIMES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mengikuti kegiatan Verifikasi Lapangan (Verlap) secara daring (virtual) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).


Agenda ini dilaksanakan dalam rangka evaluasi dan validasi implementasi Pengarusutamaan Gender (PUG) serta Penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Nganjuk.


Pemaparan evaluasi dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi di hadapan Tim Verifikator KemenPPPA. 


Dalam sambutannya, Bupati Marhaen menegaskan akan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang aman dan responsif gender.

"Verifikasi lapangan ini bukan sekadar ajang evaluasi di atas kertas, melainkan wujud komitmen nyata Pemkab Nganjuk untuk menghadirkan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak-anak," tegas Bupati Marhaen Djumadi.


Selain itu Bupati Marhaen menekankan bahwa forum ini sekaligus menjadi pijakan penting bagi daerah untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih.

"Verlap ini juga menjadi momentum krusial bagi Pemkab Nganjuk dalam mempertahankan predikat PUG Kategori Mentor yang telah diraih sejak tahun 2025 lalu," tambahnya.


Selanjutnya, pemaparan teknis terkait perencanaan pembangunan dan anggaran disampaikan oleh Ketua Pokja KLA/PUG yang juga Kepala Bappeda Nganjuk, Adam Muharto. 


Dimana dalam paparannya ia menjelaskan bahwa program-program responsif gender dan perlindungan anak telah diintegrasikan secara sistematis ke dalam dokumen perencanaan daerah guna menjaga konsistensi capaian Kategori Mentor tersebut.


Pemaparan diperkuat oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko, yang memaparkan data riil di lapangan terkait perlindungan sosial, penanganan kasus, serta layanan teknis bagi perempuan dan anak.

"Melalui Dinsos PPPA, kami terus mengoptimalkan layanan pendampingan korban kekerasan, penguatan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), hingga langkah-langkah preventif menekan angka perkawinan anak," urainya. 


"Jadi, semua lini digerakkan secara masif dan bersinergi dengan lembaga masyarakat serta relawan di tingkat bawah agar kualitas Nganjuk sebagai Kabupaten dengan Kesetaraan gender Kategori Mentor tetap terjaga," ungkap Haris Jatmiko.


Sementara pada sesi verifikasi virtual kali ini, juga melibatkan elemen pers sebagai mitra strategis pengawasan. 


Dimana pada kesempatan tersebut, Direktur Javatimes Indriawan turut memberikan masukan dan apresiasinya atas keterbukaan Pemkab Nganjuk.

"Kami dari insan media, sangat mengapresiasi langkah terbuka Pemkab Nganjuk yang tidak memposisikan kami hanya sebagai penyebar informasi tapi sebagai mitra kritis dan solutif bagi Pemkab Nganjuk," ujarnya. 


Indriawan juga menyadari, untuk mewujudkan kesetaraan gender Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, insan media tidak cukup hanya mempublikasi capaian atau merilis angka-angka statistik keberhasilan program tersebut. 

"Insan media di Kabupaten Nganjuk lebih dari semua itu, dimana fokus utama kami sebagai insan media bersama Pemkab adalah mengedukasi publik agar nilai-nilai kesetaraan gender benar-benar mentradisi, menjadi budaya, dan membentuk karakter masyarakat Nganjuk," ungkapnya. 


Disisi lain, tim Verifikator KemenPPPA menyambut positif pemaparan komprehensif dari jajaran Pemkab Nganjuk, mulai dari pimpinan daerah, Bappeda, hingga Dinsos PPPA.


Selanjutnya melalui verifikasi lapangan daring tersebut, Pemkab Nganjuk sangat optimistis dapat mempertahankan predikat PUG Kategori Mentor yang disandang sejak tahun 2025, sekaligus terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berkeadilan gender dan ramah anak.



 (tim)