Asap Pabrik Belum Padam, Fitnah Mulai Ditebar: PAGAR Jombang Gruduk Pemkab, Tantang Bupati Buka Ruang Audiensi! -->

Javatimes

Asap Pabrik Belum Padam, Fitnah Mulai Ditebar: PAGAR Jombang Gruduk Pemkab, Tantang Bupati Buka Ruang Audiensi!

javatimesonline
02 November 2026

 


JOMBANG, JAVATIMES — Langkah tegas diambil oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Pengawasan Aspirasi Gabungan Masyarakat (PAGAR) Jombang. Pada Senin (2/11/2026), rombongan aktivis yang dipimpin langsung oleh sang Ketua M. Budi Santoso, yang biasa dipanggil Cak Loem, mendatangi Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang.


Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. PAGAR Jombang menuntut permohonan audiensi darurat dengan Bupati Jombang demi membongkar tuntas polemik operasional PT Jombang Pangan Nusantara (JPN) yang bercokol di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang. Pabrik tersebut selama ini dinilai memicu keresahan warga akibat dugaan gangguan lingkungan dan dampak buruk bagi masyarakat sekitar.


Nahas, setibanya di kompleks perkantoran pemkab, orang nomor satu di Jombang itu dikabarkan sedang tidak berada di tempat. Kendati demikian, batalnya pertemuan tersebut tak menyurutkan langkah para aktivis. Cak loem langsung memanfaatkan momen tersebut untuk menemui awak media guna membeberkan fakta sekaligus meluruskan gelombang disinformasi yang sengaja dihembuskan pihak yang tak bertanggung jawab.


Diterpa Isu Suap, Cak loem: "Itu Fitnah Murahan untuk Redam Perlawanan!"

Di hadapan para jurnalis, Cak loem secara terbuka membantah keras kabar burung yang menyebutkan bahwa organisasinya telah masuk angin dan menerima gelontoran dana dari pihak PT JPN. Dengan nada berapi-api namun tetap terkontrol, ia menyebut isu suap tersebut sebagai bentuk kepanikan pihak-pihak tertentu yang terganggu oleh nyaringnya suara rakyat.

"Kami tegaskan di depan publik, di depan media: informasi yang mengatakan PAGAR Jombang sudah menerima uang dari PT JPN Jombang itu tidak benar. Itu adalah upaya untuk meredam langkah kami sekaligus mencoreng nama baik lembaga dan para aktivis yang berjuang menyuarakan aspirasi warga!" seru Cak loem lantang.


Bukannya ciut, fitnah tersebut justru menjadi bahan bakar baru bagi PAGAR Jombang. Cak loem memastikan lembaganya tidak akan pernah mundur selangkah pun sebelum hak-hak warga Desa Banjardowo mendapatkan kepastian yang adil dan transparan.

"Kami tidak akan berhenti. Apapun hambatan, isu, atau upaya pembelokan arah yang dilakukan, PAGAR Jombang tetap berdiri bersama warga. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai ada kepastian hukum dan kejelasan yang memuaskan bagi masyarakat yang terdampak," tegasnya penuh keyakinan.


Menagih Janji Keberpihakan Pemerintah Daerah

PAGAR Jombang kini mendesak agar Bupati Jombang segera menjadwalkan ulang pertemuan dan meluangkan waktu untuk duduk bersama dalam meja audiensi resmi. Kehadiran kepala daerah mutlak diperlukan agar jeritan warga bawah tercatat secara resmi sebagai persoalan serius yang butuh intervensi birokrasi, bukan sekadar angin lalu.


Di pengujung keterangannya, Cak Loem melayangkan seruan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat Jombang agar tidak mudah termakan provokasi maupun adu domba dari pihak-pihak yang ingin memecah belah gerakan moral ini. Ia menegaskan, perjuangan PAGAR murni lahir dari nurani demi keselamatan lingkungan dan harkat hidup orang banyak.

"Percayalah, kami di sini untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Segala bentuk tuduhan yang merugikan akan kami tanggapi dengan kesabaran namun dengan ketegasan yang sama. Semuanya akan kami buktikan melalui langkah-langkah yang benar dan bertanggung jawab," pungkasnya.


Kini, bola panas berada di tangan Pemkab Jombang. Publik menunggu, seberapa cepat Bupati Jombang merespons panggilan nurani rakyatnya sendiri di tengah badai polemik PT JPN yang kian membara. 




(Gading)