Rahasia Kesembuhan Optimal di RSUD Jombang: Peran Vital Gizi dan Skrining Klinis Pasien Rawat Inap -->

Javatimes

Rahasia Kesembuhan Optimal di RSUD Jombang: Peran Vital Gizi dan Skrining Klinis Pasien Rawat Inap

javatimesonline
04 November 2026
Humas RSUD Jombang menyapa

JOMBANG, JAVATIMES — Anggapan bahwa pelayanan di rumah sakit sebatas pemberian obat semata kini telah bergeser jauh. Di RSUD Jombang, pemulihan kesehatan pasien dipandang secara holistik, memadukan tindakan medis, keperawatan, hingga terapi penunjang nutrisi yang dirancang presisi.


Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, M.KP., melalui Kepala Instalasi Gizi Evi Cahyaningtyas Dwi Hariani, S.Gz., Dietisien, menegaskan bahwa makanan bagi pasien rawat inap bukan sekadar hidangan pengisi perut, melainkan elemen esensial penunjang kesembuhan.


Hal tersebut diungkapkan Evi dalam dialog interaktif “RSUD Jombang Menyapa” yang dipandu oleh host Ayu Kalina.


"Mengikis Mitos: Instalasi Gizi Bukan Sekadar "Pengantar Makanan"

Selama ini, publik kerap mengira tugas instalasi gizi di rumah sakit hanyalah memasak dan mengantar makanan ke kamar pasien. Padahal, di balik setiap porsi makanan yang tersaji di meja pasien, terdapat proses analisis mendalam yang dilakukan oleh tenaga profesional.

"Penyembuhan pasien itu tidak hanya dari pengobatan, melainkan juga dari nutrisi yang diberikan harus benar. Kalau tidak tepat, akan terjadi penurunan asupan dan menimbulkan malnutrisi yang bisa berimbas pada keterlambatan kesembuhan," ungkap Evi, yang telah mengabdi di RSUD Jombang selama 15 tahun.


Jika nutrisi keliru, risiko komplikasi dan malnutrisi justru dapat menghambat proses pemulihan. Oleh karena itu, pelayanan gizi di RSUD Jombang dijalankan melalui prosedur klinis yang ketat.


Alur Ketat Pelayanan Gizi: Dari Skrining hingga Evaluasi Berkala

Dalam praktiknya, Instalasi Gizi RSUD Jombang menerapkan standar pelayanan berlapis demi memastikan setiap pasien mendapatkan asupan yang paling ideal bagi kondisi tubuhnya:

 

Skrining Gizi (1 x 24 Jam): Dilakukan sejak awal pasien masuk untuk menapis adanya risiko nutrisi

 

Pengkajian & Diagnosa Gizi Melalui 5 Domain: Tim Dietisien mengkaji kondisi pasien secara komprehensif berdasarkan:

  • Domain Antropometri (pengukuran berat badan, dll.).
  • Domain Biokimia (hasil pemeriksaan laboratorium).
  • Domain Fisik Klinis (keluhan yang dirasakan pasien).
  • Domain Dietary Histori (kebiasaan konsumsi sehari-hari agar menu mendekati pola makan pasien).
  • Domain Ekologi (riwayat alergi dan penyakit penyerta).

 

Pemberian Terapi Gizi & Menu Kekinian: Berdasarkan diagnosis tersebut, dirancanglah menu makanan yang disesuaikan secara medis. Evi menekankan bahwa standar menu saat ini telah mengikuti perkembangan zaman, menarik, menggugah selera, dan jauh dari kesan "seadanya".

 

Edukasi & Konsultasi Diet: Pasien dan keluarga mendapatkan pendampingan agar memahami esensi diet yang dijalani


Monitoring dan Kunjungan Ulang: Dietisien secara berkala melakukan evaluasi untuk memantau problem makan pasien


Meluruskan Pemahaman tentang "Diet"

Banyak orang salah kaprah mengartikan diet sebagai aksi mengurangi porsi makan secara drastis. Padahal, menurut Evi, diet adalah pengaturan pola makan yang porsinya bisa disesuaikan, baik dikurangi maupun ditambah, sesuai kebutuhan medis.

  • Contoh pada Pasien Diabetes: Fokus utamanya adalah pengaturan makronutrisi yang ramah gula darah.
  • Contoh pada Pasien Rendah Lemak: Diterapkan untuk kasus gangguan lemak seperti hiperkolesterolemia.

Standar Pelayanan Minimal demi Menekan Sisa Makanan

Sebagai komitmen mutu, RSUD Jombang menerapkan tata laksana Standar Pelayanan Minimal (SPM) pelayanan gizi yang mengacu pada pedoman tatalaksana pelayanan medis Kementerian Kesehatan. Aspek yang dijaga meliputi:

  • Ketepatan waktu pemberian makan.
  • Ketepatan jenis diet pasien.
  • Pengendalian sisa makanan.
  • Kualitas citarasa dan pelayanan makanan.


RSUD Jombang saat ini berupaya keras menekan angka sisa makanan pasien agar tidak lebih dari 20 persen. Melalui evaluasi berkelanjutan oleh para Dietisien, porsi dan jenis makanan terus disesuaikan agar asupan nutrisi terserap optimal demi mempercepat pemulihan.


Pesan Kesehatan untuk Kualitas Hidup di Rumah

Melalui optimalisasi layanan gizi ini, RSUD Jombang tidak hanya berfokus pada kesembuhan pasien selama di rumah sakit, tetapi juga mengedukasi mereka agar pola hidup sehat tersebut diteruskan setibanya di rumah.

"Apa yang kami sajikan dan edukasikan selama di rumah sakit, setidaknya bisa dijaga oleh pasien perilakunya selama di rumah, agar tetap bisa menjalani hari-hari dengan berkualitas," pungkas Evi menutup perbincangan.


Dengan sistem pelayanan gizi yang terintegrasi, profesional, dan berbasis standar medis mutakhir, RSUD Jombang terus membuktikan komitmennya sebagai fasilitas kesehatan yang menghadirkan kesembuhan paripurna bagi masyarakat.




(Gading)