![]() |
| Ilustrasi |
NGANJUK, JAVATIMES — Kabar duka datang dari Desa Talun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Seorang warga bernama Weda Sanggara dikabarkan meninggal dunia saat bekerja di Slovakia, Eropa. Hingga Rabu malam (4/11/2026), kepastian jadwal pemulangan jenazah ke Tanah Air masih menunggu penyelesaian proses administrasi.
Kabar meninggalnya Weda menyisakan sejumlah pertanyaan, terutama terkait penyebab pasti kematian dan proses pemulangan jenazah dari negara tempatnya bekerja.
Kepala Desa Talun, Sarji, membenarkan adanya warga yang meninggal dunia di Slovakia. Namun, pihak pemerintah desa mengaku belum menerima laporan resmi dari keluarga maupun instansi terkait mengenai kronologi kejadian dan mekanisme pemulangan jenazah.
"Benar, namanya Weda Sanggara. Laki-laki," ungkap Sarji saat dikonfirmasi awak media, Rabu malam (4/11/2026).
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Weda sebelumnya bekerja di dealer Toyota sebelum mendapat penugasan ke pabrik Toyota di Slovakia. Almarhum diperkirakan telah bekerja di negara tersebut selama kurang lebih dua tahun.
Terkait penyebab kematian, Sarji menyebut informasi sementara yang diterimanya menyatakan Weda meninggal karena sakit. Namun, jenis penyakit maupun kondisi medis yang dialami almarhum hingga mengembuskan napas terakhir belum diketahui secara pasti.
"Informasinya karena sakit. Meninggalnya sudah sekitar dua hari, Senin sore waktu Indonesia," jelasnya.
Sarji juga mengungkapkan bahwa istri almarhum telah lebih dahulu berangkat ke Slovakia untuk mendampingi suaminya ketika masih dalam kondisi sakit, sebelum akhirnya meninggal dunia.
Sementara itu, mengenai rencana pemulangan jenazah, pemerintah desa masih belum memperoleh kepastian. Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan jenazah kemungkinan tiba di Indonesia pada Sabtu mendatang. Namun, kabar tersebut belum dapat dipastikan.
"Hanya dengar-dengar dari warga katanya hari Sabtu sudah sampai. Tetapi kepastiannya kita belum tahu," ujarnya.
Menurut Sarji, hingga saat dikonfirmasi, belum ada komunikasi resmi dari keluarga maupun instansi pemerintah yang menyampaikan perkembangan pemulangan jenazah kepada pemerintah desa.
Bahkan, pihak desa mengaku belum mengetahui secara detail bagaimana prosedur penanganan warga negara Indonesia yang meninggal dunia di luar negeri, termasuk kemungkinan keterlibatan pemerintah daerah maupun perwakilan diplomatik Indonesia.
"Baru kali ini ada warga kita yang tinggal di luar negeri meninggal. Jadi, prosesnya seperti apa, kita juga belum tahu," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani, membenarkan kabar meninggalnya Weda Sanggara.
Itsna menjelaskan, proses pemulangan jenazah saat ini masih menunggu penyelesaian administrasi. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga yang mendampingi almarhum, jenazah nantinya akan diterbangkan dan tiba di Jakarta.
"Untuk rencana kepulangan jenazah masih menunggu proses administrasi selesai. Informasi dari pihak keluarga yang mendampingi almarhum, penerbangan nanti landing Jakarta. Tapi belum tahu jadwal penerbangannya," tulis Itsna melalui pesan singkat kepada awak media.
Ia juga memastikan bahwa Disnaker Nganjuk terus menjalin komunikasi dengan pihak keluarga, bahkan sejak istri almarhum berangkat ke Slovakia untuk mendampingi suaminya yang sedang sakit.
"Kami komunikasi terus dengan pihak keluarga sejak sebelum keberangkatan istri almarhum menyusul ke sana," tandasnya.
(AWA)

Komentar