![]() |
| Rangkaian acara Hari Santri dan HUT ke-33 MAN 2 Nganjuk |
NGANJUK, JAVATIMES — Semangat religiusitas, kreativitas, dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Nganjuk, Kamis (22/10/2026). Bertepatan dengan HUT ke-33 madrasah, peringatan tahun ini tidak hanya diisi upacara, tetapi juga kirab yang melibatkan seluruh warga sekolah dan bazar yang menambah semarak suasana.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum bagi MAN 2 Nganjuk untuk merefleksikan perjalanan 33 tahun pengabdian sekaligus memperkuat komitmen dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan berprestasi.
Kepala MAN 2 Nganjuk, H. Kasnan, S.Ag., M.Pd.I., mengatakan, peringatan Hari Santri yang bertepatan dengan hari jadi madrasah menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan lembaga sekaligus memperkuat upaya peningkatan kualitas pendidikan.
“Momentum ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengevaluasi dan mengintrospeksi perjalanan MAN 2 Nganjuk yang sudah 33 tahun mengabdi kepada masyarakat. Ke depan, kami ingin terus meningkatkan kualitas peserta didik agar mampu unggul dalam berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik,” ujar Kasnan.
Peringatan diawali dengan upacara Hari Santri sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para santri sekaligus pengingat pentingnya menjaga nilai keagamaan, kedisiplinan, dan semangat menuntut ilmu.
Usai upacara, seluruh warga madrasah mengikuti kirab yang menjadi simbol kebersamaan. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan di lingkungan sekolah, tetapi juga membawa semangat Hari Santri lebih dekat dengan masyarakat.
Bagi para siswa, keterlibatan dalam kegiatan bersama menjadi pengalaman untuk membangun kekompakan, belajar bertanggung jawab, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan pendidikan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti selama perayaan, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran bazar yang melibatkan warga sekolah. Selain menjadi ruang interaksi dan kebersamaan, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi siswa untuk mengenal nilai-nilai kewirausahaan, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama.
Melalui perpaduan kegiatan keagamaan, kirab, dan bazar, MAN 2 Nganjuk berupaya menghadirkan peringatan yang tidak sekadar meriah, tetapi juga memberikan pengalaman belajar di luar kelas.
Di sisi lain, pengembangan potensi siswa menjadi perhatian dalam rangkaian peringatan tahun ini. Sejumlah perlombaan internal telah dimulai sehari sebelum puncak acara untuk menggali bakat, mengasah kemampuan, dan memberikan ruang bagi peserta didik menunjukkan prestasi terbaiknya.
Hasil perlombaan tersebut diharapkan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan siswa yang akan mewakili MAN 2 Nganjuk pada ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tahun ini.
Kasnan menegaskan, madrasah terus mendorong peserta didik agar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga mengembangkan kemampuan di berbagai bidang sesuai minat dan bakat masing-masing.
Menurutnya, Hari Santri juga menjadi pengingat bahwa generasi santri masa kini memiliki peluang luas untuk berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan.
“Hari Santri bagi MAN 2 Nganjuk merupakan momentum untuk memperkuat peran santri agar bisa berkiprah di segala bidang. Kami ingin anak-anak memiliki bekal ilmu, akhlak, dan kemampuan yang baik sehingga mampu berkontribusi bagi masyarakat,” jelasnya.
Semangat tersebut menjadi penting di tengah tantangan zaman yang menuntut generasi muda memiliki wawasan luas, keterampilan, dan karakter kuat. Nilai kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta pengabdian yang tumbuh dalam tradisi pendidikan keagamaan diharapkan menjadi bekal siswa untuk menghadapi masa depan.
Bagi MAN 2 Nganjuk, melanjutkan semangat perjuangan santri tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah. Semangat itu perlu diwujudkan melalui kesungguhan belajar, pencapaian prestasi, pengembangan kreativitas, serta kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Rangkaian peringatan Hari Santri dan HUT ke-33 madrasah juga dijadwalkan berlanjut dengan syukuran dan doa bersama yang melibatkan wali murid. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan pengabdian madrasah sekaligus ikhtiar spiritual untuk mendampingi siswa kelas XII menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kasnan menjelaskan, TKA dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin mendatang. Karena itu, doa bersama diharapkan menjadi penguat semangat sekaligus bagian dari upaya mempersiapkan siswa agar lebih siap menghadapi evaluasi akademik.
Keterlibatan wali murid dalam kegiatan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara madrasah dan keluarga. Dukungan orang tua, kesiapan mental, serta kesungguhan belajar menjadi bagian penting dalam mengantarkan peserta didik meraih hasil terbaik.
Memasuki usia ke-33, MAN 2 Nganjuk berupaya menjadikan momentum Hari Santri sebagai pijakan untuk terus berkembang. Melalui penguatan karakter, pengembangan bakat, dan peningkatan kualitas pembelajaran, madrasah berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga berakhlak, kreatif, dan mampu bersaing.
Rangkaian upacara, kirab, bazar, perlombaan, hingga doa bersama membawa pesan bahwa pendidikan merupakan proses bersama yang membutuhkan ilmu, karakter, kreativitas, dan dukungan semua pihak.
Dengan semangat Hari Santri, MAN 2 Nganjuk meneguhkan komitmennya untuk terus mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, berintegritas, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
(AWA)

Komentar