![]() |
| Camat Tanjunganom, Nuri Prihandoko |
NGANJUK, JAVATIMES — Menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Nganjuk yang dijadwalkan pada 11 Februari 2027 mendatang, Pemerintah Kecamatan Tanjunganom bergerak cepat melakukan berbagai langkah persiapan awal.
Camat Tanjunganom yang baru dilantik, Nuri Prihandoko, merancang sejumlah program prioritas guna memastikan pesta demokrasi tingkat desa berjalan aman, kondusif, transparan, serta ramah bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Pelaksanaan Pilkades kali ini memiliki keunikan tersendiri karena bertepatan langsung dengan minggu pertama Bulan Suci Ramadan 1448 H. Sebagai wilayah dengan populasi padat dan dinamika politik lokal yang cukup hangat di Kabupaten Nganjuk, persiapan teknis dan pendekatan spiritual menjadi kunci keberhasilan di Kecamatan Tanjunganom.
Dalam keterangannya, Nuri Prihandoko menegaskan bahwa momen Ramadan justru dapat menjadi katalis positif untuk mendinginkan tensi politik di tingkat desa.
"Pilkades di Bulan Ramadan ini harus kita maknai sebagai panggung kedewasaan berdemokrasi. Puasa mengajarkan kita menahan diri, sehingga semangat persaudaraan dan kesucian bulan Ramadan harus bisa menekan gesekan maupun potensi konflik antar pendukung," ujar Nuri.
Masih Menunggu Peraturan Baku Pemkab Nganjuk
Meski telah menyiapkan skema dan strategi teknis di wilayahnya, Camat Nuri mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menunggu terbitnya regulasi dan peraturan baku dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.
Regulasi resmi tersebut nantinya akan menjadi landasan hukum serta pedoman teknis utama dalam seluruh tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak 2027.
Sambil menunggu regulasi final tersebut diturunkan, Pemerintah Kecamatan Tanjunganom tetap melangkah awal dengan menyiapkan draf penyesuaian tata kelola kegiatan, di antaranya:
- Penyesuaian Jam Operasional & Layanan TPS:
- Proses pemungutan dan penghitungan suara di TPS akan diatur secara presisi agar efisien, memperhitungkan waktu istirahat, serta
- Jadwal ibadah salat Tarawih warga dan panitia di malam hari.
Format Kampanye Simpatik dan Kebudayaan Lokal
Masa kampanye diprioritaskan berformat kegiatan sosial keagamaan yang damai, seperti safari Ramadan, bakti sosial, Buka Puasa Bersama (Bukber) antar-tokoh, serta tadarus politik damai tanpa adanya pengerahan massa berlebih.
Konsolidasi & Pemetaan Potensi Kerawanan
Pihak kecamatan bersama Tim Fasilitasi Pilkades melakukan deteksi dini kerawanan desa, baik terkait rekam jejak persaingan antar-calon maupun kerawanan logistik Pilkades di lapangan.
Pembinaan Administrasi dan Validasi Data Pemilih
Pengawasan ketat terhadap Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam membentuk panitia desa yang netral, serta sinkronisasi Pemutakhiran Data Pemilih Tetap (DPT) dengan Disdukcapil Nganjuk untuk mencegah sengketa hak pilih.
Penguatan Sinergi Tiga Pilar dan Deklarasi Damai
Sinergi antara Camat, Kapolsek, dan Danramil (Tiga Pilar) diperkuat dengan menyiapakan deklarasi Pilkades Damai dan pengucapan sumpah netralitas bagi seluruh ASN dan Perangkat Desa.
Edukasi Bebas Politik Uang dan Posko Pengaduan
Mengandalkan mimbar-mimbar keagamaan selama Ramadan untuk menyosialisasikan penolakan terhadap money politics dan hoaks, serta rencana pembentukan Posko Layanan dan Informasi Pilkades 24 jam.
"Meskipun telah menyiapkan skema dan strategi teknis, hingga saat ini kami masih menunggu terbitnya regulasi dan peraturan baku dari Pemkab Nganjuk," urainya.
"Sebab, regulasi resmilah yang nantinya akan menjadi landasan hukum serta pedoman teknis utama dalam seluruh tahapan pelaksanaan Pilkades Serentak 2027." ungkapnya
Mengacu Agenda Daerah
Sesuai dengan alur tahapan daerah, pembentukan panitia desa dan pemutakhiran data pemilih direncanakan bergulir sejak akhir tahun 2026, sebelum memasuki pendaftaran calon serta pemungutan suara di awal Februari 2027.
Melalui pendekatan yang sejuk, terencana, serta mengacu pada regulasi baku Pemkab Nganjuk yang akan datang, Camat Nuri optimistis Pilkades Serentak 2027 di wilayahnya tidak hanya berjalan lancar dan aman, tetapi juga melahirkan para kepala desa terpilih yang amanah dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
(Ind)

Komentar