Merah Putih Tak Hanya Berkibar, Gondang Isi Kemerdekaan dengan Kreativitas dan Kebersamaan -->

Javatimes

Merah Putih Tak Hanya Berkibar, Gondang Isi Kemerdekaan dengan Kreativitas dan Kebersamaan

javatimesonline
11 September 2026

Serangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk 

NGANJUK, JAVATIMES – Agustus selalu membawa warna merah putih ke berbagai sudut negeri. Di Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk, semangat itu tidak hanya diwujudkan melalui pengibaran bendera, tetapi juga digerakkan lewat olahraga, pendidikan, seni, permainan tradisional, keagamaan hingga kegiatan ekonomi masyarakat.


Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Gondang mengemas kemerdekaan sebagai ruang kebersamaan. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, rangkaian kegiatan berlangsung sejak awal hingga penghujung Agustus.


Semangat tersebut dibuka melalui Semaan Mantab di Pendopo Kecamatan Gondang pada 1 Agustus 2026. Setelah itu, suasana berpindah ke lapangan dan sekolah. Lomba sepak bola mini SD/MI putra digelar 3-5 Agustus di Lapangan Desa Karangsemi, disusul lomba catur pada 4-5 Agustus di SD Plus An Nahldah.


Pada 6 Agustus, SMPN 1 Gondang menjadi ruang adu kemampuan generasi muda melalui Cerdas Cermat, Tartil Al-Qur'an, MHQ, MTQ, pidato, kaligrafi dan puisi. Sementara olahraga kembali meramaikan Lapangan Karangsemi melalui lomba bola voli pada 10-11 Agustus.


Ketua Panitia PHBN Kecamatan Gondang, Agnes Anita, mengatakan keberagaman kegiatan tersebut sengaja dirancang agar semangat kemerdekaan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini bukan hanya tentang merayakan kemerdekaan, tetapi bagaimana kita mengisinya dengan kegiatan positif, membangun kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, serta memberikan ruang bagi anak-anak dan masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan potensi mereka,” ujar Agnes.


Semangat itu kemudian dibawa kembali ke permainan rakyat. Gobak sodor digelar 11-12 Agustus, dilanjutkan lomba balap karung pada 13 Agustus. Keduanya menjadi pengingat bahwa permainan sederhana pun dapat menjadi sarana mempertemukan warga dan menanamkan nilai kebersamaan.


Memasuki 15 Agustus, rangkaian kegiatan semakin mendekati puncak. Gerak Jalan SD digelar pagi hari, disusul Gerak Jalan SMP-SMA pada siang hari. Malamnya, Paskibraka dikukuhkan sebagai bagian dari persiapan upacara kemerdekaan.


Sehari kemudian, 16 Agustus, masyarakat mengikuti Tasyakuran HUT RI di Pendopo Kecamatan Gondang. Puncaknya berlangsung 17 Agustus melalui Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Namun, kemerdekaan di Gondang tidak berhenti setelah upacara.


Pada 19 Agustus, masyarakat kembali berkumpul melalui lomba estafet tiup tepung dan estafet balon air. Semarak kemudian berpindah ke jalan raya melalui karnaval TK/KB/RA pada 22 Agustus dengan rute Polsek Gondang-Lapangan Desa Pandean. Sehari berikutnya, karnaval SD hingga SMA mengambil rute Polsek Gondang-Balai Desa Balonggebang.


Kreativitas anak-anak kembali mendapat ruang melalui Lomba Anak Sholeh pada 26 Agustus di KB At-Tashful Mubatdiin Senggowar.


Rangkaian kemeriahan kemudian memasuki babak akhir pada 29-30 Agustus melalui bazar dan pentas seni di Jalan Raya Gondang-Sukomoro serta depan Pasar Gondang. Bazar berlangsung mulai pukul 15.00 WIB, sedangkan pentas seni dimulai pukul 18.00 WIB.


Seluruh rangkaian akhirnya ditutup melalui resepsi penutupan di Pendopo Kecamatan Gondang pada 31 Agustus 2026.


Agnes menegaskan, keberhasilan kegiatan bukan semata hasil kerja panitia, melainkan buah dukungan masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat.

“Harapan kami, seluruh masyarakat Gondang dapat menikmati rangkaian kegiatan ini dengan tertib, aman dan penuh kebersamaan. Yang paling penting bukan siapa yang menang atau siapa yang paling meriah, tetapi bagaimana momentum kemerdekaan ini mampu mempererat silaturahmi dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah serta bangsa Indonesia,” tuturnya.


Dari lapangan desa, ruang sekolah, pendopo hingga jalan raya, semangat kemerdekaan di Gondang menemukan banyak bentuk. Ada sportivitas, kreativitas, doa, hiburan, gotong royong hingga geliat ekonomi masyarakat.


Sebab, kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang perjuangan pada 17 Agustus. Lebih dari itu, kemerdekaan adalah tentang bagaimana masyarakat terus bergerak, berkarya dan menjaga kebersamaan untuk menatap masa depan.


Di Gondang, merah putih bukan sekadar warna yang berkibar. Ia hidup dalam langkah anak-anak, riuh perlombaan, kreativitas karnaval dan tawa masyarakat yang bertemu dalam satu semangat: merayakan kemerdekaan sekaligus merawat persatuan.



(AWA)