Dari Toilet hingga Perpustakaan, Revitalisasi SMPN 1 Atap Ngetos Jadi Harapan Baru -->

Javatimes

Dari Toilet hingga Perpustakaan, Revitalisasi SMPN 1 Atap Ngetos Jadi Harapan Baru

javatimesonline
14 September 2026
Revitalisasi SMPN 1 Atap Ngetos

NGANJUK, JAVATIMES – Harapan untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak dan nyaman bagi peserta didik terus diwujudkan di SMPN 1 Atap Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.


Sekolah tersebut menjadi salah satu satuan pendidikan yang mendapatkan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sarana serta prasarana pendidikan.


Geliat pembangunan kini mulai terlihat di lingkungan SMPN 1 Atap Ngetos. Sejumlah material telah dipersiapkan untuk mendukung pekerjaan revitalisasi, termasuk material atap yang seluruhnya telah tersedia dan mulai dikerjakan.


Menariknya, pelaksanaan pekerjaan tersebut juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Karena menggunakan pola swakelola, pengerjaan revitalisasi melibatkan warga setempat sebagai tenaga kerja.


Keterlibatan masyarakat lokal membuat program revitalisasi tidak hanya menghadirkan perubahan pada wajah sekolah, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi warga sekitar. Pembangunan fasilitas pendidikan pun sekaligus menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat di lingkungan sekolah.


Ketua P2SP SMPN 1 Atap Ngetos, Zaenal Abidin, menyampaikan bahwa pekerjaan revitalisasi telah dimulai sejak pekan ketiga Agustus 2026.

“Per hari ini, 14 September 2026 progres pekerjaan sudah 15 persen. Pekerjaan dimulai pada bulan Agustus minggu ketiga,” ujar Zaenal Abidin.


Menurutnya, perkembangan pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dari target pelaksanaan revitalisasi yang telah disusun. Pihak sekolah menargetkan pada Oktober mendatang progres pekerjaan dapat mencapai sekitar 50 persen.

“Target dalam bulan Oktober 50 persen. Material atap sudah siap semua, bahkan hari ini sudah mulai dikerjakan,” jelasnya.


Program revitalisasi ini memiliki nilai anggaran sekitar Rp971 juta yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Anggaran tersebut digunakan untuk membenahi sejumlah fasilitas penting yang menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus mendukung kenyamanan seluruh warga sekolah.


Adapun bagian yang menjadi sasaran revitalisasi meliputi ruang administrasi, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, toilet, penataan lingkungan sekolah berupa pagar, serta tempat ibadah.


Rangkaian pekerjaan tersebut tidak sekadar berbicara mengenai pembangunan fisik. Lebih jauh, revitalisasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang semakin representatif sehingga peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dalam suasana yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mereka.


Ruang administrasi yang lebih layak akan mendukung pelayanan sekolah. Laboratorium dan perpustakaan yang tertata diharapkan dapat memperkuat aktivitas pembelajaran. Sementara perbaikan toilet, pagar, lingkungan sekolah, hingga tempat ibadah menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih lengkap.


Di sisi lain, pola swakelola yang diterapkan memberikan nilai tambah tersendiri. Warga setempat ikut mengambil bagian dalam proses pembangunan sehingga manfaat program tidak berhenti pada tersedianya fasilitas baru, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di sekitar sekolah.

"Keterlibatan warga lokal sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dalam pembangunan sarana pendidikan. Sekolah, masyarakat, dan pihak-pihak yang terlibat diharapkan dapat bersama-sama menjaga kualitas proses pembangunan agar hasil revitalisasi nantinya benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang," ucap Zaenal Abidin.


Zaenal Abidin menyampaikan bahwa pelaksanaan revitalisasi dilakukan berdasarkan perjanjian kerja sama atau MoU yang telah ditetapkan.


Sesuai dengan perjanjian tersebut, pelaksanaan pekerjaan memiliki batas waktu hingga 22 Desember 2026 atau selama 150 hari kalender.


Dengan waktu pelaksanaan yang telah ditentukan, progres pekerjaan menjadi perhatian penting agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai rencana. Target progres 50 persen pada Oktober menjadi salah satu tahapan yang diharapkan dapat tercapai sebelum seluruh pekerjaan dituntaskan pada Desember mendatang.


Bagi SMPN 1 Atap Ngetos, revitalisasi ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan. Ada harapan yang lebih besar di balik pembangunan tersebut, yakni menghadirkan ruang pendidikan yang semakin pantas bagi generasi muda di wilayah Ngetos.


Ketika sarana pendidikan dibenahi, kesempatan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih nyaman pun semakin terbuka. Dari fasilitas yang lebih baik, diharapkan tumbuh semangat belajar yang lebih kuat sekaligus memberikan lingkungan yang mendukung peserta didik dalam mengembangkan potensi mereka.


Dengan progres pekerjaan yang telah mencapai 15 persen per 14 September 2026 dan material atap yang telah tersedia, revitalisasi SMPN 1 Atap Ngetos perlahan mulai memperlihatkan hasilnya.


Kini, pembangunan tersebut bukan sekadar tentang perubahan fisik sebuah sekolah. Di dalamnya terdapat harapan, gotong royong, pemberdayaan masyarakat, serta investasi untuk masa depan generasi muda Ngetos.



(AWA)