![]() |
| Ilustrasi suami Ketua BPD Perning diduga ikut gerilya cari dukungan untuk anggota TNI aktif |
NGANJUK, JAVATIMES – Pertarungan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Perning, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, belum dimulai. Namun, geliat menuju perebutan kursi kepala desa sudah terasa di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mengaku mulai didatangi untuk dimintai tanda tangan dukungan terhadap Sdt, sosok yang diketahui masih berstatus sebagai anggota TNI aktif.
Yang menjadi sorotan, pengumpulan tanda tangan itu diduga turut dilakukan oleh suami Ssl, Ketua BPD Perning.
“Benar saya pernah dimintai tanda tangan oleh suami Ssl. Saat saya lihat memang benar untuk mendukung Sdt maju sebagai calon kepala desa,” ujar seorang warga, baru-baru ini.
Menurutnya, aktivitas tersebut telah berlangsung sekitar satu pekan. Ia pun mempertanyakan dasar pengumpulan dukungan tersebut, terlebih Sdt masih berstatus sebagai anggota TNI aktif.
“Setahu saya Sdt masih sering menggunakan seragam dinasnya, tapi kok bisa ya minta tanda tangan melalui keluarganya dan orang lain,” bebernya.
Warga itu juga menduga aktivitas tersebut tidak sepenuhnya asing bagi Ssl.
“Saya rasa kalau Ssl tidak tahu soal suaminya minta tanda tangan ke masyarakat untuk mendukung Sdt maju kepala desa tidak mungkin. Karena setahu saya, saat ada keluarga Sdt ke rumah Ssl, Ssl juga turut menemuinya,” ungkapnya.
Namun, tudingan tersebut dibantah secara tidak langsung oleh Ssl. Saat ditemui di Kantor Desa Perning, Kamis (10/9/2026), Ssl mengaku belum mengetahui adanya dukungan terhadap Sdt.
“Belum tahu,” ucapnya.
Ketika ditanya mengenai keluarga Sdt yang disebut datang ke rumahnya, Ssl membantah dan menyebut kedatangan tersebut berkaitan dengan aktivitas jual beli jamu.
“Enggak. Kalau itu saudaranya itu mesti beli jamu di tempat saya. Karena saya jualan,” katanya.
Di tengah bantahan tersebut, Ssl mengakui dirinya memang sempat menghubungi Skm. Menurutnya, komunikasi itu berkaitan dengan rencana meminta Skm menjadi panitia Pilkades.
“Kalau kemarin itu telepon Pak SKM,” ujarnya.
“Dalam rangka itu mau panitia. (Pak SKM mau diminta) untuk menjadi panitia,” imbuhnya.
Menariknya, komunikasi tersebut disebut dilakukan sebelum forum pembentukan panitia. Ketika ditanya siapa saja yang telah dihubungi, Ssl mengaku hanya Skm.
“Enggak, Pak SKM aja,” katanya.
Saat diminta menjelaskan dasar meminta Skm menjadi panitia sebelum forum berlangsung, Ssl memilih menghindar.
“Maaf ya, maaf ya. Nanti aja. Nanti aja ini mau rapat dulu,” ucapnya.
“Sementara ini cukup dulu ya,” pungkasnya.
Rangkaian keterangan tersebut menyisakan pertanyaan di tengah masyarakat. Di satu sisi, dukungan untuk Sdt disebut mulai dihimpun. Di sisi lain, Ssl membantah mengetahui aktivitas tersebut, meski mengakui telah melakukan komunikasi awal dengan Skm terkait kepanitiaan.
Sementara itu, Sdt sebelumnya telah mengakui adanya pengumpulan tanda tangan. Ia menyebut tanda tangan tersebut merupakan bagian dari persyaratan pengajuan izin dan pensiun dini, serta menegaskan dirinya baru akan maju apabila mendapatkan persetujuan dari pimpinan.
Dengan demikian, pencalonan Sdt belum dapat disebut resmi. Namun, aktivitas pengumpulan tanda tangan dan komunikasi terkait kepanitiaan yang berlangsung sebelum tahapan resmi menjadi dinamika yang patut dicermati agar Pilkades Perning berjalan transparan dan tidak dibayangi persepsi keberpihakan.
(AWA)

Komentar