NGANJUK, JAVATIMES — Upaya memperkuat tata kelola pertanahan dan arah pembangunan daerah terus dipercepat. Bertempat di Kantor Bupati Kabupaten Nganjuk, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk, Jany Danny Assa, melaksanakan silaturahmi dan perkenalan sekaligus koordinasi strategis bersama Bupati Nganjuk, Senin (11/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Kantor Pertanahan didampingi oleh Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran serta Kepala Seksi Pengadaan Tanah. Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan fokus pembahasan pada penguatan sinkronisasi kebijakan pertanahan dan pembangunan daerah.
Salah satu isu utama yang dibahas adalah optimalisasi kawasan industri di Kabupaten Nganjuk yang saat ini menunjukkan perkembangan signifikan dengan progres mencapai 87 persen. Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyoroti tantangan pada sektor pertanian, khususnya terkait kekurangan Lahan Baku Sawah (LBS) yang masih berada pada kisaran 5.000 hingga 6.000 hektare.
Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian penting agar percepatan pertumbuhan industri tetap berjalan seimbang dengan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama Kantor Pertanahan menekankan pentingnya pengendalian tata ruang agar pembangunan tidak mengorbankan ketahanan pangan jangka panjang.
Selain itu, penguatan sinergi teknis antarinstansi juga menjadi agenda strategis dalam pertemuan tersebut. Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk berencana segera menggelar koordinasi lanjutan bersama Dinas PUPR guna menyinkronkan data teknis antara BPN dan Pemerintah Kabupaten. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi tumpang tindih kebijakan, khususnya dalam pengelolaan ruang dan arah pembangunan wilayah.
Tak hanya membahas aspek tata ruang, pertemuan tersebut juga menyoroti kontribusi sektor pertanahan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam lima tahun terakhir, penerimaan daerah dari BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) tercatat menunjukkan tren peningkatan positif. Capaian itu menjadi indikator bahwa legalitas dan aktivitas pertanahan memiliki dampak nyata terhadap penguatan ekonomi daerah.
Bupati Nganjuk dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan tata ruang tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasa memiliki ruang yang ditata dan mampu merasakan manfaatnya secara langsung.
“Tata ruang yang berhasil adalah tata ruang yang membuat masyarakat merasa memiliki, dan masyarakat bisa menikmati hasil dari ruang yang sudah ditata bersama,” ujar Bupati Nganjuk.
Sumber : Kantah Nganjuk

Komentar