NGANJUK, JAVATIMES - Kantor Pertanahan (Kantan) Kabupaten Nganjuk telah melaksanakan pemeriksaan panitia A untuk pembangunan Museum Marsinah yang berada di Jalan Marsinah No. 7 Desa Nglundo Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk.
Pembangunan Museum seorang wanita yang dikenal sebagai aktivis buruh perempuan asal Nganjuk yang tewas pada Mei 1993 setelah berjuang untuk hak pekerja di Porong, Sidoarjo dan telah ditetapkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Pahlawan Nasional pada 10 November 2025 lalu.
Direncanakan Museum Marsinah tersebut, diresmikan pada Sabtu, 2 Mei 2026 dan sudah dilakukan pemeriksaan penelitian dan pengkajian data fisik serta yuridis tanahnya oleh Panitia A Kantah Nganjuk pada Rabu kemarin.
Selain itu panitia A Kantah Nganjuk juga telah memastikan kejelasan subyek dan obyek hak, memeriksa batas lapangan dan meneliti riwayat tanah Museum yang dibangun diatas lahan pekarangan keluarga Marainah, tepat di samping rumah masa kecil aktivis buruh tersebut.
"Pemeriksaan panitia A ini hanya berfokus pada pemeriksaan lapangan dan membuat risalah sebagai dasar untuk penerbitan sertifikat tanah untuk Museum Marsinah," ujar Muhammad Nur Wathoni, A.Ptnh salah satu panitia A yang juga Kasi Pengendalian dan Penanganan Sengketa Kantah Nganjuk, Jumat, 17/4/2026.
Nur Wathon juga menyampaikan, kegiatan pemeriksaan lapangan dan sidang panitia A tersebut, selain untuk mencocokkan data permohonan dengan kondisi sebenarnya di lapangan juga memastikan tidak ada sengketa, dan memenuhi persyaratan hukum serta administrasi, sebelum diterbitkannya sertifikat hak atas tanah.
"Ini untuk memastikan Museum Marsinah pembangunannya tidak masalah. Apalagi Museum Marsinah dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah yang dikenal sebagai ikon perlawanan buruh terhadap ketidakadilan," ungkapnya.
Untuk diketahui Musem Marsinah yang akan diresmikan pada Sabtu, 2 Mei 2026 ini, dikutip dari berbagai sumber akan menampilkan berbagai dokumentasi, arsip, serta kisah perjuangannya.
Hal ini diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, mentransformasi pembelajaran konvensional menjadi pengalaman interaktif yang menumbuhkan karakter nasionalisme dan literasi budaya.
(Ind)

Komentar