SIDOARJO, JAVATIMES – Menjawab keresahan masyarakat terkait kelanjutan program PTSL, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo, Nursuliantoro, S.P., M.H., duduk bersama dengan Ketua LPKAN Sidoarjo, Chamim Putra Ghofoer, untuk memberikan klarifikasi transparan.
BPN Sidoarjo membantah isu adanya berkas-berkas program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang belum jadi hingga bertahun-tahun. Menurut pihak BPN, persoalan sebenarnya terletak pada distribusi kuota dari pemerintah pusat. Meski begitu, banyak berkas yang saat ini statusnya sudah mengantongi Peta Bidang dan tinggal menunggu antrean penyelesaian teknis.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua LPKAN Sidoarjo, Chamim Putra Ghofoer, diterima langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Sidoarjo, Nursuliantoro, S.P., M.H. Pihak BPN menegaskan bahwa isu mengenai adanya program PTSL yang "mangkrak" di beberapa desa tidaklah benar. Kendala utama yang dihadapi di lapangan saat ini adalah keterbatasan kuota dan kelengkapan berkas-berkas dari pemohon.
"Bukan mangkrak, namun kendala utamanya adalah kuota. Untuk berkas yang sudah masuk namun belum selesai, sebagian besar sudah memiliki Peta Bidang masing-masing. Serta ada beberapa berkas yang harus dilengkapi," ujar Kepala Kantor Pertanahan, Nursuliantoro dalam klarifikasinya.
Lebih lanjut, BPN menjelaskan bahwa sebagai program kementerian ATR/BPN, penyelesaian seluruh berkas menjadi prioritas utama. Namun, terdapat beberapa hambatan teknis seperti adanya sengketa lahan serta ketidaksesuaian luas tanah. Bagi berkas yang Peta Bidangnya sudah selesai, BPN memastikan akan menyelesaikannya lebih awal segera setelah mendapat tambahan kuota dari pusat.
Kepemimpinan baru di era Nursuliantoro, S.P., M.H, menunjukkan komitmen kuat dalam mengawal program strategis nasional ini. Terbukti, pada periode sebelum dan sesudah Lebaran tahun ini, ratusan berkas telah berhasil diselesaikan. BPN juga menyediakan layanan khusus bagi masyarakat terkait PTSL. Jika masih ada kendala atau kekurangan, di mana warga diizinkan datang langsung ke kantor BPN untuk berkonsultasi," lanjut Pak Suli panggilan akrabnya.
Ketua LPKAN Sidoarjo, Chamim Putra Ghofoer, menyampaikan apresiasinya atas sikap responsif Kepala Kantor Pertanahan yang bersedia membuka ruang diskusi bagi lembaga yang dia Pimpin dan teman-teman Media.
"Alhamdulillah, semua kendala terkait PTSL sudah terjawab. Kami sangat puas dengan sikap dan kinerja rekan-rekan BPN Sidoarjo yang sangat terbuka dalam menangani masalah, sekecil apa pun itu," kata Chamim.
Sikap responsif Kepala BPN Sidoarjo ini mendapat pujian dari LPKAN. Chamim Putra menilai keterbukaan informasi ini sangat penting agar tidak terjadi simpang siur di tengah masyarakat.
"Masalah sekecil apa pun didiskusikan. Kami puas dengan penjelasan dan langkah cepat BPN Sidoarjo dalam merespons pemberitaan media maupun masukan dari lembaga," ungkap Chamim.
Sementara itu Plt Kades Durungbedug, Sokib menambahkan jika benar kerja lembur tak kenal lelah dilakukan petugas kantor Pertanahan Kab. Sidoarjo. Buktinya 1 hari jelang lebaran Idul Fitri kemarin berkas milik warga sudah jadi.
“Iya benar kemarin H-1 sebelum lebaran Idul Fitri berkas warga PTSL yang sudah menunggu 6 tahun akhrinya jadi juga. Alhamdullilah di era kepemimpinan Kakan Nursuliantoro yang baru ini PR (Pekerjaan Rumah) dirampungkan Sat-Set,” Tutur Sokib.
Jika ada kendala di lapangan yakni sebagian kecil berkas terhambat karena masalah sengketa lahan dan perbedaan data luas tanah.
Akses terbuka, masyarakat diberikan akses khusus untuk datang langsung ke kantor BPN guna menanyakan status PTSL mereka jika memang masih belum ada yang selesai.
(Lie/Khol)

Komentar