JOMBANG, JAVATIMES – Pemerintah Kabupaten Jombang memastikan diri dalam kondisi siaga penuh menghadapi momentum langka di tahun 2026: irisian waktu antara Hari Raya Idul Fitri 1447 H dan Hari Raya Nyepi. Tak ingin kecolongan, Pemkab Jombang bersama Forkopimda menggelar strategi "Cipta Kondisi" total untuk menjamin keamanan dari dapur hingga jalan raya.
Dalam rapat koordinasi di Ruang Bung Tomo, Kamis (12/3/2026), Wakil Bupati Jombang Salmanudin S.Ag., M.Pd mempertegas bahwa pelayanan publik tidak boleh kendor, justru harus diperketat di titik-titik krusial.
Tradisi Takbir: Fokus Khidmat, No Horeg!
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Jombang tahun ini mengambil langkah tegas terkait tradisi malam kemenangan. Untuk menghormati umat Hindu yang menjalankan Nyepi sekaligus menjaga ketertiban, penggunaan sound horeg dan takbir keliling motor di jalur protokol resmi dilarang.
"Takbiran kita pusatkan di masjid dan musholla. Ini soal harmoni. Kita ingin Idul Fitri dan Nyepi menjadi simbol kerukunan yang kuat di Jombang," ujar Gus Salman.
Urusan Perut dan BBM: "Jangan Panic Buying!"
Menanggapi kekhawatiran masyarakat soal ketersediaan barang, Pemkab Jombang memasang badan. Berdasarkan pantauan Satgas Pangan di Pasar Pon hingga Gudang BULOG, stok beras, minyak goreng, hingga BBM dipastikan melimpah.
Pemerintah mengimbau warga agar tidak terjebak aksi borong yang justru bisa merusak stabilitas harga. "Stok aman sampai pasca-Lebaran. Belanjalah dengan bijak, tidak perlu menimbun," tegasnya.
Mudik Tanpa Was-was: Polsek Jadi Penitipan Kendaraan
Bagi warga yang hendak pulang kampung ke luar kota, Polres Jombang memberikan fasilitas istimewa. Masyarakat diperbolehkan menitipkan kendaraan bermotor di Polsek-Polsek terdekat guna menghindari risiko pencurian di rumah kosong.
Keamanan di jalan raya juga diperkuat melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang dimulai 13 hingga 25 Maret. Titik langganan macet seperti Mojoagung dan Bandarkedungmulyo akan dijaga ketat 24 jam. Hebatnya lagi, layanan darurat Call Center 110 kini menjanjikan response time maksimal hanya 15 menit.
Kesehatan dan Hak Buruh Jadi Prioritas
Tak hanya urusan keamanan, "benteng" kesehatan Jombang juga dipastikan tidak libur. Seluruh RSUD dan Puskesmas tetap menyiagakan IGD serta rawat inap. Bahkan, tim medis disiagakan khusus di setiap Exit Tol untuk gerak cepat darurat kecelakaan.
Di sisi lain, Pemkab Jombang melalui Disnaker juga memasang mata tajam terhadap perusahaan yang nakal soal THR. Sesuai regulasi, THR wajib dibayar penuh paling lambat H-7. Posko pengaduan telah dibuka bagi pekerja yang haknya merasa dikebiri.
Sinergi Tanpa Celah
Dandim 0814 Letkol Kav Dicky Prasojo dan jajaran Forkopimda lainnya sepakat bahwa deteksi dini adalah kunci. Dengan sinergi TNI, Polri, Satpol PP, hingga relawan seperti Banser dan Senkom, Jombang optimis menjadi rumah yang aman bagi siapa saja yang merayakan hari kemenangan maupun kesunyian Nyepi.
(Red)

Komentar