Pemkab Nganjuk Salurkan BLT Sementara, Efektivitas Program Masih Jadi PR Besar -->

Javatimes

Pemkab Nganjuk Salurkan BLT Sementara, Efektivitas Program Masih Jadi PR Besar

javatimesonline
27 November 2025

NGANJUK, JAVATIMES — Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menyalurkan Bantuan Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) kepada warga berpenghasilan rendah. Sebanyak 68.504 penerima manfaat tercatat dalam program ini, sebuah angka besar yang menggambarkan upaya pemerintah daerah menguatkan jaring pengaman sosial.

Pada penyaluran tahap berikutnya yang digelar Kamis (27/11/2025) di Pendopo KRT Sosro Kusumo, sebanyak 1.248 warga menerima bantuan senilai Rp900.000 yang disalurkan melalui kerja sama Pemkab Nganjuk dan PT Pos Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menekankan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan secara bijak sesuai kebutuhan dasar warga.

“Pada hari ini Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk bekerja sama dengan PT Pos Indonesia menyalurkan Bantuan Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat kepada 1.248 penerima manfaat, masing-masing menerima Rp900.000,” ujar Kang Marhaen.

Ia berharap bantuan ini menjadi dorongan bagi masyarakat untuk bangkit, mandiri, dan lebih berdaya.

Di Balik Seremoni, Tantangan Utama Ada pada Validitas Data

Meski penyaluran berjalan lancar, pertanyaan krusial tetap mengemuka: apakah bantuan benar-benar sampai kepada warga yang paling berhak?

Transparansi data, akurasi basis penerima, hingga pengawasan distribusi masih menjadi titik rawan yang selama ini sulit disentuh. Di sejumlah desa, keluhan masih terdengar ada warga yang merasa layak tetapi tidak terdata, sementara sebagian penerima justru tidak lagi memenuhi kriteria.

Pemerintah daerah kerap disibukkan dengan mekanisme penyaluran, namun kurang gesit memperbaiki fondasi utamanya: validitas data dan dampak program.

Tanpa evaluasi yang serius, bantuan tunai berisiko menjadi ritual tahunan, bukan solusi struktural. Kabupaten Nganjuk butuh sistem perlindungan sosial yang lebih presisi, lebih peka, dan responsif terhadap dinamika kemiskinan warganya.

Penyaluran hari ini patut diapresiasi, namun apresiasi tak boleh membuat publik lengah. Kesejahteraan rakyat tidak cukup diukur dari serah-terima uang, tetapi dari keberanian pemerintah memastikan setiap rupiah benar-benar mengangkat harkat hidup warga paling rapuh.

BLT Kesra Dirapel, Bukan Bantuan Rutin

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Nganjuk, Haris Sujatmiko, menjelaskan bahwa BLT Kesra merupakan bantuan tambahan, berbeda dengan PKH atau BPNT yang cair empat kali setahun.

“BLT Kesra 2025 bukan cair tiap bulan. Pencairannya dirapel sekali untuk tiga bulan dengan total Rp900 ribu. Program ini didesain sebagai stimulus tambahan, terutama menjelang akhir tahun ketika kondisi ekonomi cukup dinamis,” jelasnya.

Program ini menyasar keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sebagai bentuk penebalan bantuan untuk mengurangi tekanan ekonomi jelang pergantian tahun.







(Ind)