![]() |
| Kondisi SDN 1 Salamrojo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk |
NGANJUK, JAVATIMES – Hujan bukan sekadar perubahan cuaca bagi siswa SDN 1 Salamrojo, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Ketika air hujan mulai turun, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut harus menyesuaikan kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan.
Ruang kelas yang semestinya menjadi tempat utama anak-anak menimba ilmu, dalam kondisi tertentu harus dikosongkan. Para siswa kemudian mengikuti pembelajaran di perpustakaan maupun musala sekolah.
Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata tentang kebutuhan terhadap perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di SDN 1 Salamrojo.
Kepala SDN 1 Salamrojo, Dyah Ciptaningtyas, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi pada satu bagian bangunan. Sejumlah fasilitas utama sekolah, mulai dari seluruh ruang kelas, ruang guru dan kepala sekolah, hingga ruang UKS, mulai mengalami kondisi yang memprihatinkan.
Sejumlah bagian bangunan juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Kondisi tembok di beberapa bagian mulai mengalami retak, sementara sejumlah jendela ruang kelas juga mulai rusak. Kerusakan tersebut menambah daftar kebutuhan perbaikan agar lingkungan sekolah dapat kembali menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Bahkan, di sejumlah ruang kelas, terdapat tambahan tiang penyangga berbahan kayu yang digunakan untuk menopang bagian atap. Penyangga tersebut dipasang karena kerangka kuda-kuda pada beberapa ruang kelas mengalami kerusakan. Kondisi itu semakin memperlihatkan perlunya penanganan terhadap bangunan sekolah.
Ketika hujan turun, kondisi tersebut membuat pihak sekolah harus mengambil langkah antisipasi dengan memindahkan siswa dari ruang kelas tertentu.
“Kalau musim hujan, anak-anak biasanya kami pindahkan ke perpustakaan dan musala untuk kegiatan pembelajaran. Karena kondisi ruang kelas memang perlu mendapatkan perhatian,” ujar Dyah.
Sekolah tersebut saat ini memiliki sekitar 100 siswa. Mereka berasal dari Desa Salamrojo dan Desa Kebonagung.
Bagi pihak sekolah, kondisi bangunan bukan sekadar persoalan fisik. Ruang belajar yang layak menjadi bagian penting untuk menciptakan suasana pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung proses tumbuh kembang anak.
Karena itu, Dyah berharap perhatian terhadap kondisi SDN 1 Salamrojo dapat segera diwujudkan dalam bentuk perbaikan sarana pendidikan.
“Kami berharap Dinas Pendidikan bisa membantu memperbaiki ruang-ruang pendidikan di sekolah kami, sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman,” harapnya.
Harapan tersebut mendapat respons positif dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Restiyan Effendi, S.ST., M.AP., menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya mencari jalan agar kebutuhan perbaikan SDN 1 Salamrojo dapat direalisasikan.
Menurut Restiyan, upaya tersebut tidak hanya akan ditempuh melalui kemampuan anggaran daerah. Dinas Pendidikan juga membuka peluang untuk mengusulkan kebutuhan revitalisasi melalui anggaran pemerintah pusat atau APBN.
“Kami akan mengusahakan, baik melalui APBD maupun mengajukan kepada APBN melalui program revitalisasi. Yang jelas, kami akan berupaya agar sekolah yang membutuhkan bisa mendapatkan perhatian,” kata Restiyan.
Langkah tersebut menjadi kabar baik bagi keluarga besar SDN 1 Salamrojo. Sebab, kebutuhan terhadap ruang pendidikan yang lebih layak kini tidak hanya menjadi harapan pihak sekolah, tetapi juga masuk dalam upaya yang akan diperjuangkan oleh Dinas Pendidikan.
Perbaikan sekolah diharapkan nantinya bukan hanya memperbaiki bangunan yang mengalami kerusakan. Lebih jauh, perbaikan sarana pendidikan dapat menjadi investasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung kualitas pembelajaran bagi sekitar 100 siswa.
Di tengah keterbatasan kondisi bangunan, kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Salamrojo selama ini tetap berjalan. Guru dan siswa terus beradaptasi agar proses pendidikan tidak terhenti.
Kini, harapan mereka mengarah pada satu hal, yakni hadirnya ruang belajar yang lebih layak.
Bagi para siswa, ruang kelas bukan sekadar bangunan dengan dinding dan atap. Di sanalah mereka membaca, menulis, berdiskusi, bermimpi, dan mempersiapkan masa depan.
Upaya Disdik Nganjuk memperjuangkan perbaikan melalui APBD maupun APBN menjadi langkah awal agar harapan tersebut dapat perlahan diwujudkan.
(AWA)

Komentar