JOMBANG, JAVATIMES – Slogan manis tentang karpet merah investasi di Kabupaten Jombang mendadak diuji. Kenyamanan modal asing dipaksa berhadapan dengan aksi intimidasi dan premanisme jalanan yang brutal.
Kasus mencekam yang menimpa PT Handsome Investments Indonesia di Desa Bandar Kedungmulyo kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, fasilitas proyek diobrak-abrik dan pekerja malam dihajar hingga babak belur oleh sekelompok oknum yang diduga berada di bawah pengaruh alkohol.
Tak main-main, perlawanan hukum langsung digulirkan dari dua arah sekaligus. Pihak manajemen korporasi resmi melapor ke Polres Jombang, sementara korban secara personal melapor ke Polsek Bandarkedungmulyo pada Sabtu (13/6/2026).
Berikut adalah fakta-fakta dan kronologi lengkap dari dua laporan polisi yang berbeda dalam satu kasus yang sama tersebut:
Malam Jahanam di Bandar Kedungmulyo
Petaka ini bermula pada Jumat malam, 12 Juni 2026. Di saat sebagian warga telah terlelap, atmosfer kerja di area operasional PT Handsome Investments Indonesia mendadak mencekam.
Jarum jam menunjuk pukul 23.40 WIB ketika sistem keamanan pabrik sedikit lengah karena sekuriti sedang mengawal truk molen di area belakang. Memanfaatkan celah kegelapan, empat pria berinisial MLN, KDK, RE, dan DDK merangsek masuk tanpa izin.
Bau menyengat alkohol melumuri atmosfer perjumpaan tersebut. Bak penguasa jalanan, mereka membubarkan paksa para buruh yang sedang memeras keringat di shift malam untuk proyek pengecoran lantai.
Di lokasi, salah satu pekerja bernama Sr (27), yang bertindak sebagai Asisten Survey, langsung diinterogasi dengan dalih menanyakan alamat. Karena gelagat pelaku kian intimidatif, korban diusir dari tempat kerjanya sendiri.
Enggan memicu keributan yang lebih besar, Sr memilih mengalah dan beranjak pergi meninggalkan area pabrik menggunakan sepeda motor. Namun ternyata, mengalah justru dianggap sebagai kelemahan oleh para pelaku.
Dipalak dan Dikejar Bak Film Kriminal
Di tengah jalan sepi yang tak jauh dari pabrik, langkah Sr kembali dijegal oleh Sdr. MLN bersama komplotannya. Tanpa ampun, pelaku menarik jaket korban dan melakukan pemalakan bermodus meminta sejumlah uang tunai.
Karena tidak memegang uang tunai, korban sempat mencoba bernegosiasi secara damai dengan menyodorkan sebungkus rokok. Pelaku sempat menerimanya, namun nafsu kekerasan tampaknya sudah menguasai pikiran mereka.
Saat Sr mencoba menyelamatkan diri dan memacu motornya, Sdr. MLN yang mengendarai motor Yamaha PCX hitam langsung melakukan pengejaran agresif bak adegan film kriminal.
Aksi kejar-kejaran itu berakhir tragis di pinggir jalan Dusun Kedungasem, tepat di dekat SPBU Bandarkedungmulyo. Pelaku berhasil memotong jalur dan menghentikan paksa motor korban.
Tanpa ba-bi-bu, pelaku melayangkan pukulan bertubi-tubi menggunakan tangan kosong ke bagian vital korban, yakni kepala dan wajah. Akibat pengeroyokan ini, dua pekerja—termasuk Sr—dilaporkan babak belur, mengalami luka serius, serta trauma mendalam.
Sikap Tegas Manajemen Korporasi
Emoh pasrah pada hukum rimba yang merusak iklim investasi, manajemen PT Handsome Investments Indonesia langsung menyeret kasus ini ke meja hukum dengan Nomor Laporan: STTLPM/520.RESKRIM/VI/2026/SPKT/POLRES JOMBANG.
MB, selaku perwakilan manajemen, menegaskan laporan polisi ini adalah harga mati demi nyawa dan keselamatan para pekerja.
"Mereka masuk tanpa izin di tengah malam dan memukul pekerja kami yang sedang bertugas. Semua nama pelaku sudah kami serahkan ke polisi," ujar MB dengan nada getir.
Bagi manajemen, keamanan adalah urat nadi industri. Jika preman dibiarkan mendikte pabrik, investasi di Jombang berada di ambang kehancuran.
"Polres Jombang harus bertindak nyata. Kami butuh kepastian aman," tegasnya.
Di sisi lain, korban Sr juga mengantongi bukti laporan terpisah dari Polsek Bandarkedungmulyo dengan nomor: LP.B/03/VI/2026/SPKT/POLSEK BANDARKEDUNGMULYO/POLRES JOMBANG/POLDA JAWATIMUR, yang ditandatangani oleh Ka SPKT "B" Aipda Agus Bastoni.
Polres Jombang Pastikan Proses Sesuai Prosedur Hukum
Mendapat sorotan tajam dari publik dan pelaku industri, Kapolres Jombang memastikan berkas perkara dari kedua laporan tersebut langsung ditangani dengan serius demi menjaga iklim investasi dan keamanan di wilayah hukum Jombang.
Kapolres Jombang menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas aksi premanisme ini dan memastikan situasi kondusif bagi para investor.
"Iya Mas, kita proses sesuai prosedur hukum," tegas Kapolres Jombang saat dikonfirmasi mengenai tindak lanjut penanganan kasus keamanan investasi tersebut.
Kini, publik Jombang dan kalangan investor menanti ketegasan dari aparat penegak hukum. Apakah para pelaku premanisme jalanan yang meresahkan ini akan segera diringkus, ataukah hukum kalah oleh arogansi jalanan? Proses hukum sedang berjalan, dan bola panas kini berada di tangan kepolisian.
(Gading)

Komentar